Selain menewaskan dua korban, truk tangki yang biasa dipakai mengangkut premium itu juga porak-poranda. Termasuk merusakkan bangunan di sekitar truk tangki diparkir.

Kapolsek Genuk, Kompol Hendrawan Hasan, mengatakan insiden tersebut mengakibatkan dua orang montir tewas. Korban Rofik tewas seketika di lokasi kejadian. Sedangkan korban Priyadi meninggal sekitar pukul 09.00 setelah mendapat perawatan tim medis RSI Sultan Agung.

Pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan. Sesuai informasi yang diperoleh, kata Hendrawan, kedua korban merupakan montir yang sedang beraktivitas keluar masuk truk tangki BBM tersebut.

”Dia itu kan montir tangki luar dalam. Kadang memperbaiki bagian luar tangki, kadang bagian dalam tangki. Saat kejadian, posisi korban sedang memperbaiki di atas tangki,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan penyebab meledaknya tangki BBM tersebut. Hendrawan beralasan saat ini masih dilakukan penyelidikan dan masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (labfor).

”Nanti kita menunggu kepastian hasil dari labfor. Jadi, kita tidak mau berandai-andai. Tadi labfor sudah datang. Kita menunggu hasilnya seperti apa. Kalau yang dibawa ke labfor tadi ada mata bor dan puntung rokok. Jadi, kita tidak berani memberikan keterangan karena bukan bidangnya,” kilahnya.

Terkait dugaan ledakan disebabkan api dari puntung rokok, Hendrawan menjelaskan hal itu bisa saja terjadi.  ”Kalau kata ahli di bidang itu, saya dikasih tahu begitu. Meski tangki dalam keadaan kosong, tapi uap gas itu masih ada. Itu katanya orang yang ahli di bidang itu,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, penyebab ledakan akibat uap bahan bakar yang berada di dalam tangki diduga menyambar rokok yang diisap kedua montir tersebut.

”Diduga itu dari rokok. Kami menemukan puntung rokok di lokasi tersebut. Tapi untuk lebih lanjut tunggu hasil dari Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang,” ungkapnya.

Eko membenarkan, kalau sebelum kejadian, kedua montir tersebut sedang memperbaiki truk tangki milik PT Pertamina itu. ”Mereka lagi mengencangkan baut di truk tangki itu. Masih kami dalami. Kalau perusahaan itu, kami belum tahu itu milik siapa,” ujarnya.

Terpisah, Communication and Relations Pertamina MOR IV Jateng-DI Jogjakarta, Didi Andrian Indra Kusuma, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pengecekan di lapangan terkait kronologi kejadian truk tangki meledak tersebut. ”Info awal, tangki lagi diparkir dan tidak beroperasi. Tapi untuk memastikan penyebab kejadiannya, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut,” katanya. (mha/dna/aro/ce1)