BIMBING LATIHAN: Instruktur Agus Waluyo membimbing warga dalam menggunakan angkat beban yang benar di Gorilla Power Gym. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIMBING LATIHAN: Instruktur Agus Waluyo membimbing warga dalam menggunakan angkat beban yang benar di Gorilla Power Gym. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Gorilla Power Gym yang terletak di Gang Buntu, Jalan Pedamaran, Semarang bisa dibilang legenda. Meski hanya menyediakan alat seadanya yang jauh dari sebutan modern, anggotanya mampu mengalahkan binaraga profesional. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

SAAT ini, banyak tempat fitness yang menyediakan berbagai alat modern untuk membentuk tubuh berotot. Meski begitu, tidak mengurangi antusias warga untuk fitness di Gorilla Power Gym. Hingga saat ini, meski tidak seramai era 90-an, masih ada beberapa orang yang langganan mengolah bentuk tubuh di tempat ini.

Alat yang disediakan sangat sederhana. Barbelnya dibuat dari batu. Beban di alat katrolnya dari semen. Angkat bebannya pun memanfaatkan as roda kendaraan. Alat-alat tersebut hanya digeletakkan di emperan garasi rumah. Memang jauh dari sebutan tempat fitness modern.

Instruktur Gorilla Power Gym, Agus Waluyo, menceritakan, dahulu tempat fitness tersebut tidak semerana sekarang. Hal ini gara-gara ruangan yang dipakai Gorilla Power Gym yang juga dipakai untuk gedung bulu tangkis, terpaksa ditutup karena alasan tertentu. Akhirnya, 1995 silam, Agus bersama pemilik Gorilla Gym, Kardi, memutuskan pindah ke emperan toko agar warga setempat tidak kehilangan sarana olahraga.

”Alat-alatnya dibuat sendiri oleh Pak Kardi. Dia juga tukang las. Jadi, besi sisa dibuat sedemikian rupa seperti alat fitness,” ucapnya.

Sejak awal sampai sekarang, alat fitness yang dipakai semua buatan sendiri dari sisa besi, batu alam, sampai cor semen yang dibuat sebagai berat beban. ”Ini katrol dilas sendiri, dikasih rantai kamprat motor, untuk berat beban kita kasih cor semen sampai 35 kg. Sampai sekarang masih dipakai,” katanya.

Alat-alat tersebut dipakai bergantian oleh 60-an anggota Gorilla Power Gym. Tidak ada kewajiban membayar atau iuran. Hanya seikhlasnya saja sebagai dana untuk membuat dan perawatan alat-alat. ”Kalau pertama, wajib bayar keanggotaan Rp 10 ribu. Itu berlaku seumur hidup, setiap datang seikhlasnya bisa seribu rupiah atau lebih terserah,” ujarnya.