Nyaman Jadi Advokat

510
Yunita Sari
Yunita Sari

KECINTAANNYA dengan dunia hukum sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), menguatkan cita-cita Yunita Sari, 24, menjadi seorang jaksa. Namun lantaran belum ada lowongan atau rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kejaksaan, dirinya kini berkarir di advokat terlebih dahulu.

”Kalau ditanya cita-cita, saya ingin jadi jaksa. Tapi belum ada lowongan PNS untuk itu. Akhirnya masuk ke advokat,” tutur gadis yang akrab disapa Nita, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (5/11) kemarin.

Untuk lebih menguasai profesinya itu, gadis berjilbab kelahiran Jakarta, 6 Juni 1992 silam ini rela melepaskan pekerjaan yang sudah dilakoninya yakni sebagai karyawan bank ternama. Sekarang ini, Nita telah menjalani magang sebagai advokat untuk mengejar salah satu profesi yang didambakannya.

”Saat ini aku sedang magang advokat di Law Office Yosep Parera & Partners sekaligus masuk di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang. Belum dilantik, karena usiaku belum genap 25 tahun. Jadi sekarang masih menunggu pelantikan saja,” katanya.

Nita mengaku sudah menempuh pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dan ujian profesi advokat. Gadis asli Jakarta, lulusan S1 Hukum Internasional Universitas Riau angkatan 2011 ini telah menyelesaikan jenjang sarjana dengan cumlaude 3,5 tahun.

”Sekarang melanjutkan S2 Hukum Pidana di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Saat ini, lagi sibuk menyelesaikan tesis, target Januari tahun depan harus selesai,” tegasnya.

Di masa magangnya sekarang, Nita bertugas di komite bantuan hukum. Gadis yang mengaku masih single ini, sangat menikmati profesinya. Baginya advokat juga bagian dari penegak hukum, punya fungsi kontrol atas proses hukum yang ditangani otoritas terkait.

”Di sini aku juga banyak bertemu orang. Tidak sekadar mencari uang dan mengejar materi, tapi ada bantuan hukum yang diberikan cuma-cuma,” pungkas gadis yang tinggal di Gayamsari Kota Semarang ini. (mha/ida/ce1)