SEMARANG – Pengelolaan sejumlah aset milik Pemkot Semarang yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga dinilai semrawut. Bahkan aset-aset yang dikelola oleh pihak ketiga ini tidak memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkot  sendiri sejauh ini kesulitan melakukan penagihan. Beberapa aset yang tidak jelas pengelolaannya itu, di antaranya Lapangan Golf Gombel, Manyaran Indah Golf dan aset jembatan penyeberangan di Plaza Simpang Lima lantai 3. Entah ke mana keuangan aset Pemkot Semarang ini terparkir, hingga tidak memberikan sumbangan bagi PAD.

”Semua pengelolaan aset Pemerintah Kota Semarang yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga ini akan dievaluasi. Selama ini, banyak aset pemkot yang dikelola oleh pihak ketiga tidak jelas pengelolaannya,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (4/11).

Dikatakannya, pengelolaan aset milik Pemkot Semarang ini harus dilakukan evaluasi. Hal itu untuk mengurai mengapa selama ini pengelolaannya tidak maksimal. ”Dievaluasi mulai dari perjanjiannya seperti apa? Kapan masa habisnya? Apakah diperpanjang atau tidak? Termasuk bagaimana pemasukan untuk PAD?” katanya.

Mualim menyebut, selain aset Lapangan Golf Gombel, Manyaran Indah Golf dan aset jembatan penyeberangan di Plaza Simpang Lima lantai 3. Masih banyak aset lain yang mangkrak.

”Tidak hanya lapangan golf dan jembatan penyeberangan di Plaza Simpang Lima yang nggak jelas, aset lain yang mangkrak juga banyak. Misalnya, lahan kosong bondo deso di kelurahan-kelurahan itu juga parah. Itu tanah asetnya Pemkot Semarang, tapi mangkrak tidak dikelola,” ujarnya.

Pihaknya mengaku akan mendorong pengelolaan aset ini dimaksimalkan agar tidak muspro alias sia-sia. Jangan sampai aset-aset tersebut justru dikelola orang yang tidak bertanggung jawab, dan uangnya tidak masuk ke kas daerah.

”Kalau perlu, nanti sistem pengelolaan dengan cara dilelang. Siapa yang berani memberikan nilai tinggi, kasihkan saja. Kami mendorong ke arah sana. Termasuk aset parkir yang selama ini dikelola Dishubkominfo dinilai sangat kacau. Ini sudah dibicarakan,” katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengatakan, aset milik Pemkot Semarang, seperti Lapangan Golf Gombel, Manyaran Indah Golf dan aset jembatan penyeberangan di Plaza Simpang Lima lantai 3, akan ditarik oleh Pemkot Semarang. ”Aset pemkot yang dikelola oleh pihak ketiga ini tidak memberikan kontribusi maksimal. Bahkan pemkot kesulitan menagih,” ujarnya.

Dikatakan Anang, kondisi ini jika dibiarkan dan tidak mengambil langkah strategis tentu akan merugikan. Bahkan penyertaan modal dari pemerintah telah tersedot untuk operasional yang digunakan. Ke depan, kata Anang, hal ini akan ditata agar PAD bisa terukur.
Salah satu upaya Pemkot Semarang adalah membangun satu Perusahaan Induk (Holding Company) yang diberi nama Perseroan Daerah (Perseroda) Holding Company Bhumi Pandanaran Sejahtera Kota Semarang.

Bhumi Pandanaran Sejahtera ini akan mengakuisisi sejumlah perusda, termasuk aset pemerintah yang dikelola pihak ketiga. Diharapkan, melalui Holding Company ini nantinya mampu memaksimalkan PAD dan memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. ”Termasuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya. (amu/aro/ce1)