Konsumsi Obat Terlarang, 43 Remaja Diamankan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

PEKALONGAN–Sebanyak 42 remaja yang sedang antre membeli obat terlarang dan satu pemuda sebagai penjual, diamankan petugas kepolisian, Kamis malam (3/11) kemarin. Mereka yang masih di bawah umur ini sedang melakukan transaksi jual beli obat terlarang jenis hexymer dan dextro.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Sugiharto Silalahi melalui Kasat Res Narkoba, AKP Junaedi menjelaskan bahwa penggerebekan tersebut dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat. Bahwa salah satu rumah di Kelurahan Pringrejo, RT 3 RW 5, Jalan Untung Suropati Nomor 66, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan kerap digunakan transaksi obat-obatan terlarang.

Tersangka berinisial RP, 26, tak berkutik, saat anggota Sat Res Narkoba Polres Pekalongan Kota menggeledah rumahnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan 960 butir pil dextro dan 190 butir jenis hexymer dan satu set plastik klip. Petugas mengamankan barang bukti lain yakni handphone evercross hitam dan uang Rp 70 ribu.

“960 butir pil dextro, 190 butir jenis hexymer dan satu set plastik klip tersebut tersimpan di almari tersangka. Tersangka dan barang bukti langsung kami bawa ke Mapolres Pekalongan Kota Polda Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku 960 butir butir pil dextro dan 190 butir jenis hexymer tersebut didapat setelah membeli dari seseorang yang mengaku bernama Bojil, warga Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Namun tersangka belum tahu rumahnya karena setiap transaksi di BRI Mayangan. Harga 1000 butir pil dextro seharga Rp 500 ribu, kemudian tersangka menjualnya secra eceran 10 butir dengan harga Rp 10 ribu.

Junaedi menambahkan, saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 196 jo 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan pidana penjara maksimal 15 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar. Sementara 42 remaja yang kedapatan sedang mengantre tersebut akan diberi pembinaan. (tin/ida)

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Mayat Tergeletak di Stasiun Lama

KENDAL— Warga Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal dikagetkan dengan penemuan mayat yang tergeletak di emperan bangunan Stasiun Lama milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mayat...

Unggah-Ungguh Basa sebagai Guru Toleransi

Oleh: Rudi Wahyu Ginanjar SAAT ini ketika mendengar tentang Unggah-ungguh Basa kita sebagai guru, pemerhati budaya, dan pengembang kebudayaan sering merasa miris. Seperti dalam pembahasan...

Targetkan Penerimaan PMI Rp 1 Miliar

KAJEN–Penerimaan pendapatan PMI tahun 2016 sebesar Rp 448,8 juta, tercatat lebih baik dari tahun sebelumnya yakni tahun 2015. Yakni, ada peningkatan sebesar 9 persen....

Berjaya di 70-an, Regenerasi via Anak Cucu

Teater Hay Temanggung, Riwayatmu Kini Nama Teater Hay pernah berkibar di era 1970-an. Kejayaan kelompok seni lintas bidang ini bahkan sampai tingkat nasional....

More Articles Like This

- Advertisement -