Berkarir di Negeri Matahari Terbit

405
Dyanie Amieta (DOKUMEN PRIBADI)
Dyanie Amieta (DOKUMEN PRIBADI)

BISA menimba ilmu di Jepang adalah impian Dyanie Amieta sejak duduk di bangku SMA. Tak heran, begitu lulus SMA, dia mendaftar beasiswa Monbukagakusho/MEXT(Ministry of Education, culture, sports, science and technology) yang berada di Tokyo Jepang. Namun saat itu dia gagal dalam seleksi. Hingga akhirnya dia mendaftar jurusan Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro (Undip).

Pada akhir 2011, dia kembali mendaftar, dan berhasil lolos seleksi beasiswa tesebut pada jurusan fashion creation untuk program setara D3 di Dressmaker Gakuin.

”Sebenarnya ada program untuk S1, tapi karena dengar-dengar kompetisi untuk S1 sangat ketat, jadi aku pilih jurusan D3 yang kebetulan bidangnya sejalan dengan minatku dan bisa extent 1 tahun setara lulusan S1,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia meninggalkan kuliah di Undip selama 1 semester saja dan berangkat ke Jepang pada 2012 setelah menyelesaikan 6 bulan kursus bahasa Jepang. Semuanya dibiayai oleh beasiswa tersebut.

Ketika Ami bersekolah di Doreme (Dressmaker Gakuin) Japan, dia pernah mewakili Indonesia menari tradisional dan bermain angklung pada acara di Jepang ASEAN Festival 2013 dan juara 1 Kimono Karaoke antar universitas di Tokyo, Jepang.

Setelah putri pasangan Herry Mulyadi dan Endang Warsiningsih ini menyelesaikan pendidikannya selama 3 tahun di Jepang, Ami langsung ditawari untuk bekerja di negara yang dijuluki matahari terbit tersebut. Sejak 2015, Ami bekerja di Wagokoro Co.Ltd sebagai internship, dan April kemarin dia resmi menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut sebagai assistant designer. (mg23/aro/ce1)