Sekolah-Sekolah yang Tergusur Tol Semarang-Batang: MI Nurul Islam Tunggu Kejelasan Ganti Rugi

608

Selain menggusur permukiman warga, dampak proyek tol Semarang-Batang juga menimpa sejumlah bangunan sekolah di Kota Semarang. Di antaranya, SMPN 16 Semarang, TK Pertiwi Ngaliyan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam Ngaliyan dan SDN Tambakaji 03. Namun hingga kini bagaimana nasib sekolah tersebut ke depan belum jelas. Termasuk besaran ganti rugi juga masih kabur.

MADRASAH Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam Ngaliyan menjadi salah satu sekolah terdampak pembangunan tol Semarang-Batang II. Hingga kini madrasah yang berada di Jalan Honggowongso No 7 Ringinwok, Ngaliyan, ini belum mendapatkan ganti rugi meskipun sudah disurvei oleh tim appraisal mengenai nilai bangunan dan lain sebagainya.

Sekretaris Yayasan yang juga Wakil Kepala Madarasah bidang Kesiswaan MI Nurul Islam, Junaidi, mengatakan, tanah sekolah beserta masjid yang ada di dalamnya termasuk tanah wakaf, sehingga pencairan dananya memang tidak mudah untuk dilakukan seperti tanah milik perseorangan. ”Untuk tanah wakaf, meskipun nilainya sudah keluar, uangnya belum bisa dicairkan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Terlebih sekolah ini sedikit menemui kendala, karena harus menyelesaikan proses pengalihan nadzir terlebih dahulu. Ia katakan harus dilakukan penentuan nadzir baru, karena yang sebelumnya sudah meninggal.

”Alhamdulillah piagam nadzir sudah keluar dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). Selanjutnya MI mau membuat penetapan nadzir yang akan diajukan ke BPN, Senin mendatang (hari ini, Red), setelah itu menunggu proses lagi,” katanya.

Disinggung mengenai pengosongan bangunan, beberapa warga sekitar yang sudah mendapatkan ganti rugi, memang diarahkan untuk meninggalkan bangunan rumah mereka 3 bulan pasca pembayaran. Namun untuk madrasah ini sendiri, Junaidi mengaku belum mendapatkan surat arahan untuk meninggalkan bangunan, meskipun ia juga mendengar kabar bahwa pembangunan tol targetnya pada Lebaran 2017 sudah bisa digunakan.

”Di sekolah ini belum ada, meskipun beberapa individu yang sudah mendapatkan ganti rugi sudah diberitahukan untuk segera mengosongkan banguunan rumah mereka,” ujar dia.

Karena pencairan dana belum bisa dilakukan, otomatis pembangunan sekolah baru juga belum bisa dilakukan. Karenanya, pihak sekolah berharap pemerintah akan mengerjakan bagian jalan lainnya dulu dan tidak menggusur sekolah terlebih dulu sebelum proses relokasi madrasah selesai dilakukan.