Dibangun Penggantinya Dulu, Baru Direlokasi

215

KEPALA Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto, mengatakan, relokasi sejumlah sekolah yang berdampak pembangunan tol Semarang-Batang tidak perlu dipersoalkan. Sebab, sebelum pembangunan dimulai, biasanya sudah dicarikan lokasi pengganti sekolah baru. Selain itu, lahan untuk relokasi tidak terlalu jauh dari lokasi awal, sehingga masyarakat tidak kesulitan ketika hendak menyekolahkan anak-anaknya.

“Prinsipnya tidak masalah jika sekolah harus direlokasi karena terkena dampak pembangunan tol Semarang-Batang. Proyek itu itu kan dibangun untuk kepentingan umum, jadi tidak masalah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berdasaran dari pengalaman, biasanya pengganti lahan sekolah justru lebih luas dan bagus. Sehingga aset sekolah meningkat, dan ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Jateng. Dengan bangunan dan fasilitas memadai, otomatis akan bisa meningkatkan kegiatan belajar-mengajar siswa. “Kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu, karena memang sudah ada sosialiasi jauh-jauh hari,” ujarnya.

Dinas Pendidikan juga terus melakukan inventarisasi sejumlah sekolah yang terkena dampak pembangunan tol Semarang-Batang. Pihaknya juga menyosialisasikan ke bawah agar tidak ada calo atau makelar tanah yang bermain dalam pembebasan sekolah yang terkena dampak. Ia memastikan sekolah sepakat dengan relokasi, karena semuanya sudah sesuai prosedur.

“Sekolah kan tidak asal digusur, dibangun penggantinya dulu baru nanti pindah. Jadi, tidak ada persoalan di lapangan,” katanya.

Nur Hadi mengaku, sepenuhnya mendukung pembangunan tol Semarang-Batang meski harus ada beberapa sekolah yang direlokasi.

Menurutnya, relokasi tidak menjadi masalah, karena pemerintah juga sudah menyiapkan lahan penggantinya. Ia justru berharap dengan infrastruktur bagus, akses pendidikan bisa lebih bagus dan bisa meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Jateng.

Sebab, perkembangan zaman menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) bisa lebih berkompeten agar bisa terus bersaing. “Kalau aksesnya bagus, bisa menopang kualitas pendidikan agar bisa lebih oke,” ujarnya. (fth/aro)