Dua Kali, Java Mall Diteror Bom

219

SEMARANG – Teror bom mengguncang pusat perbelanjaan Java Mall Jalan MT Haryono, Lamper Kidul, Semarang, Jumat (28/10) kemarin. Ancaman bom lewat telepon diterima petugas Customer Service Java Mall bernama Sriyani, 36, warga Boja, Kendal, sekitar pukul 13.30.

“Ada penelepon bersuara laki-laki yang mengancam, jika di Java Mall sudah dipasang bom dan sebentar lagi akan meledak,” kata Sriyani kepada polisi.
Khawatir bom beneran, Sriyani langsung meyampaikan kepada Manajer Keamanan Java Mall, Suparmo. Selanjutnya, ancaman bom itu dilaporkan ke Polsek Semarang Selatan.

Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Sapari, mengaku telah mendapat laporan dari pihak manajemen Java Mall terkait adanya ancaman bom yang akan diledakkan di Java Mall.

Begitu menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian. Selain itu, Sapari juga berkoordinasi dengan Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jateng yang dipimpin Kompol Sartam dan Ipda Andi untuk melakukan seterelisasi didampingi sekuriti Java Mall sekitar pukul 15.00.

“Setelah 2 jam melakukan penyisiran di seputaran Java Mall tidak ditemukan bom. Lalu kami mengadakan apel konsolidasi. Mal baru dinyatakan aman, sekitar pukul 17.15,” tegasnya.

Sapari menjelaskan, ancaman bom tersebut rupanya tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya, pada minggu lalu, pihak Java Mall juga mendapat ancaman serupa.

”Informasinya pada Jumat (14/10) sekitar pukul 11.30 juga mendapat ancaman. Tapi, adanya laporan itu, juga tidak gegabah, tidak tinggal diam. Kita datangkan tim Jihandak Brimob, hasilnya tidak ditemukan benda mencurigakan. Aman,” katanya. 



Dugaan sementara, ancaman bom itu dilakukan oleh mantan pegawai Java Mall yang merasa sakit hati lantaran di-PHK. “Kemarin katanya ada pegawai situ yang di-PHK. Mungkin sakit hati dan terus melakukan ini,” duganya. (mha/aro)