19 Warga Negara Asing Ditangkap di Jateng

298
TERANCAM DIDEPORTASI: Tiga dari 19 WNA yang ditangkap Divisi Imigrasi Kemenkum HAM Kantor Wilayah Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERANCAM DIDEPORTASI: Tiga dari 19 WNA yang ditangkap Divisi Imigrasi Kemenkum HAM Kantor Wilayah Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 19 Warga Negara Asing (WNA) ditangkap Divisi Imigrasi Kemenkum HAM Kantor Wilayah Jawa Tengah lantaran diduga melakukan pelanggaran keimigrasian. Mereka terjaring operasi pengawasan orang asing di seluruh Indonesia dalam rangka gerakan serentak penegakan hukum keimigrasian 2016. Kebanyakan mereka menyalahi aturan terkait visa kunjungan yang masa berlakunya sudah habis.

Kepala Divisi Imigrasi Kemenkum HAM Jateng, Muhamad Diah, menjelaskan, dari 19 WNA tersebut, 6 orang di antaranya ditangkap oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Semarang, 1 orang oleh Kanim Surakarta, 2 orang oleh Kanim Wonosobo, Kanim Pati menangkap 4 orang, serta Pemalang dan Cilacap masing-masing menangkap 3 orang.

”Dugaannya melanggar pasal 116, yakni tidak melaporkan tentang perubahan mutasi alamat dan yang lainnya,” jelas M. Diah di Kanwil Kemenkum HAM Jateng Jalan dr Cipto Semarang, Jumat (28/10).

Kegiatan ini, kata dia, merupakan bentuk komitmen Dirjen Imigrasi untuk meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum dengan melakukan operasi mendadak dan serentak di seluruh Indonesia. ”Bahwa orang asing tahu keberadaan mereka di Indonesia tetap dalam pengawasan kita. Sehingga mereka tinggal di Indonesia juga dengan menaati peraturan yang ada di Indonesia,” katanya.

Okky Setyawan, Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Semarang mengatakan, saat terjaring, para WNA tersebut tidak bisa menunjukkan paspor. Beberapa di antaranya, setelah diserahkan, ternyata paspornya sudah overstay.

”Yang dari Mesir sudah overstay 30 hari. Setelah membayar biaya beban mereka akan dipulangkan. Kalau tidak bisa, dipaksa keluar kemudian dicegah tangkal atau cekal,” ujarnya.

Beberapa WNA tersebut, dikatakan Okky, ditangkap di daerah Kendal untuk WNA yang berasal dari Mesir. WNA yang berasal dari Tiongkok dibekuk di Kawasan Industri Candi. Dan 3 WNA lainnya ditangkap di daerah Bukit Semarang Baru (BSB).

”Yang 3 terakhir ini punya izin tinggal, tapi tidak melaporkan perubahan alamat,” katanya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Himron Mansur, mengatakan, jika hasil pemeriksaan didapati adanya indikasi unsur-unsur pidana imigrasi, maka akan diteruskan ke proses pengadilan. (sga/aro/ce1)