Selain menghasilkan suara unik dan berkarakter, keunikan serat fisik yang masih terlihat membuat nilai seni tersendiri. Bagaimana cara membuat bambu menjadi violin? Ia memiliki alat khusus sebagaimana alat pertukangan. Ada berbagai proses dari awal, mulai pemilihan jenis bambu.

”Ada jenis bambu yang memiliki kelebihan. Misalnya, bambu petung untuk suara sopran. Bambu wulung memiliki karakter lebih keras,” bebernya.

Setelah memilih batang bambu, ia kemudian membelah batang bambu untuk dibentuk sesuai kebutuhan. Bambu yang sudah dipotong-potong, kemudian dihaluskan dan disambung menggunakan lem hingga membentuk tabung biola. Tabung tersebut bisa dibentuk sesuai dengan desain yang diharapkan. ”Tetapi ada bagian-bagian lain yang tetap menggunakan kayu. Misalnya setang,” katanya.

Tentu saja, ia telah mengetahui seluk-beluk ukuran. Baik ukuran tabung, maupun panjang setang. Ketepatan dalam membuat ukuran tersebut berpengaruh dalam menghasilkan bunyi yang dihasilkan. Setelah rangka tabung dan setang tersambung, proses selanjutnya adalah pengecatan hingga melengkapi perangkat lain, seperti senar, penambat senar, serta gagang setelan senar.

”Saya mulai membuat biola dari bambu ini sejak 2014 lalu. Sebelumnya saya memperoleh ilmu membuat biola saat berada di rumah saudara di Bogor Jawa Barat,” akunya.

Saudaranya tersebut, lanjutnya, memang spesialis pembuat biola dan membuka kursus untuk generasi muda yang berminat.

”Saya tertarik untuk mendalami. Setelah bisa, saya pulang ke Kudus untuk melakukan eksperimen sendiri di rumah. Ternyata hasilnya sangat unik. Suaranya bahkan memiliki karakter tersendiri,” katanya.

Dari uji coba, ia kemudian berpikir kenapa tidak dilakukan produksi pembuatan biola. Mengingat perajin biola di Indonesia masih sangat langka. Tentu ini menjadi peluang usaha. ”Apalagi biola yang terbuat dari bambu ini sepertinya belum ada. Saya melihat, bambu ini tidak kalah menarik dengan biola yang terbuat dari kayu,” ujarnya.

Eksperimen tersebut tidak mulus begitu saja. Bahkan sejumlah bambu berbagai macam jenis telah ia coba. Sebelum akhirnya ditemukanlah bambu petung dan wulung yang digunakan. ”Khusus bagian leher atau tempat jari terbuat dari kayu. Kalau tabungnya full dari bambu,” katanya.

Ia juga membandingkan perbedaan karakter bunyi antara biola hasil kreasinya dengan biola yang terbuat dari kayu. Kualitas biola bambu buatannya tidak akan kalah dengan biola berbahan dasar kayu dari Eropa.