KREATIF: Ngatmin dan alat musik biola dari bambu saat pameran di Museum Ranggawarsita Kalibanteng. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Ngatmin dan alat musik biola dari bambu saat pameran di Museum Ranggawarsita Kalibanteng. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Di tangan Ngatmin, pohon bambu memiliki keistimewaan bisa menghasilkan suara merdu. Ia menyulapnya menjadi alat musik biola. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

INSTING Ngatmin bisa dibilang di atas rata-rata. Tidak hanya bermain alat musik, tapi juga mampu membuat alat musik berbahan alam. Eksperimen terakhirnya adalah menghasilkan alat musik biola terbuat dari bambu. Batang bambu yang memiliki serat khusus, menurut Ngatmin, bisa menghasilkan suara lebih merdu dan indah ketimbang dari kayu lain.

”Saya terinspirasi dari alat musik seruling bambu. Kenapa alat musik seruling bisa memiliki karakteristik suara merdu dan mendayu-dayu,” kata Ngatmin, warga Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, saat mengikuti pameran alat musik tradisional di Museum Ranggawarsita, Kalibanteng, Semarang.

Dikatakannya, berbagai macam jenis kayu sebenarnya bisa dibuat menjadi biola. Namun kualitas maupun karakteristik suara yang dihasilkannya akan berbeda bila dibanding dengan batang bambu.

”Menurut saya, bambu memiliki karakteristik sangat unik, indah, dan merdu. Bisa dilihat, seruling dan angklung, yang terbuat dari bambu menghasilkan suara dan karakteristik berbeda,” ujarnya.

Dari sinilah, Ngatmin melakukan eksperimen bambu untuk dibuat menjadi alat musik lain berupa biola.

Dikatakannya, biola yang merupakan alat gesek hampir memiliki ciri khas sama dengan alat tiup. Misalnya, menghasilkan suara menyayat sedih, bunyi menusuk dalam, ataupun menghasilkan efek bunyi suasana sunyi. ”Bambu mampu menghasilkan karakteristik unik tersebut,” katanya.