SEMARANG – Di tengah gencarnya Polda Jateng memberantas praktik pungutan liar (pungli) di internal Polri, rupanya masih ada anggota yang diduga berbuat nakal. Seperti yang dilakukan lima oknum anggota Polda Jateng ini. Mereka diduga memalsukan surat operasi saat memeriksa seorang pengusaha minuman keras (miras) di Wonosobo.

Kelima oknum tersebut bertugas di Polda Jateng, salah satunya Kepala Unit di Subdirektorat I/Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berinisial Kompol AS. Sedangkan empat oknum lainnya merupakan anggota di Subdirektorat tersebut. Saat ini, kelima oknum tersebut telah diperiksa dan tinggal menunggu putusan sidang sanksi internal Polri.

Sedangkan surat operasi yang diduga palsu itu ditujukan kepada Laurensius Soik, 55, seorang pengusaha miras di Wonosobo. Para oknum tersebut mendatangi toko Laurensius di Wonosobo pada Selasa (23/2) sekitar pukul 19.30 lalu.

”Katanya mau periksa. Saya tunjukkan izin dan ada beberapa sampel (miras) yang dibawa,” ungkap Laurensius kepada Jawa Pos Radar Semarang usai diperiksa Subdirektorat II Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (26/10).

Merasa janggal dengan pemeriksaan itu, akhirnya Laurensius didampingi penasihat hukumnya, Theodorus Yosep Parera melaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng. Namun tiga bulan kemudian, Kompol AS dan M mengeluarkan laporan LP/A/179/V/2016/JATENG/RESKRIMSUS tanggal 9 Mei 2016. Laporan ini soal dugaan pelanggaran pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 terkait usaha dagang tanpa izin yang diduga dilakukan Laurensius. Pelapornya anggota polisi sendiri, yakni Kompol AS dan M.