MENYEMPIT: Sungai Beringin di Mangkang Wetan saat banjir nyaris meluap ke permukiman warga. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENYEMPIT: Sungai Beringin di Mangkang Wetan saat banjir nyaris meluap ke permukiman warga. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Proyek normalisasi Sungai Beringin membutuhkan anggaran Rp 100 miliar. Pemkot Semarang akan mengalokasikan dalam dua tahun anggaran. Normalisasi sangat mendesak dilakukan mengingat setiap musim penghujan kawasan Mangkang dan sekitarnya selalu terkena dampak luapan Sungai Beringin.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, saat ini Detail Engineering Design (DED) proyek normalisasi Sungai Beringin telah diselesaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

”Dari DED tersebut, diketahui anggaran normalisasi Sungai Beringin butuh Rp 100 miliar. Kami alokasikan dalam dua tahun anggaran,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, kemarin.

Dijelaskan Hendi, proyek normalisasi Sungai Beringin selama ini pengelolaannya adalah kewenangan pemerintah pusat, yakni BBWS Pemali Juana.

”Tapi mengingat kebutuhannya sudah mendesak untuk penanganan banjir, maka Pemkot Semarang berkeinginan mengambil alih kewenangan melakukan normalisasi Sungai Beringin. Percepatan pelaksanaan proyek bisa dilakukan,” katanya.

Kalangan DPRD Kota Semarang juga mengapresiasi pengambilalihan proyek normalisasi Sungai Beringin karena kondisi mendesak dinormalisasi.

Wakil Ketua‎ Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto,‎ mengatakan, pemkot harus mengajukan permohonan dan persetujuan resmi dengan pemerintah pusat.

”Kalau sudah disetujui (pemerintah pusat), baru kemudian diajukan anggaran untuk selanjutnya bisa menangani normalisasi oleh Pemkot Semarang,” kata Wachid.