BERANTAS PUNGLI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat sidak di tempat pelayanan uji KIR kantor Dishubkominfo Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERANTAS PUNGLI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat sidak di tempat pelayanan uji KIR kantor Dishubkominfo Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Genderang perang terhadap segala praktik pungutan liar (pungli) terus ditabuh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Kemarin (25/10), orang nomor satu di Kota Semarang tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tempat uji kelaikan kendaraan (KIR) kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang Jalan Tambakaji Raya dan kantor Kecamatan Tugu.

Yang menarik, saat wali kota tiba di kantor Dishubkominfo, sejumlah orang yang diduga calo KIR lari berhamburan ke arah belakang kantor. Mereka menghindari wali kota dan memilih berkumpul di tempat parkir motor dan kantin.

Mendapati hal itu, Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi- sempat curiga adanya calo uji KIR. Begitu sampai di halaman kantor, Hendi sempat menanyakan kepada Kepala Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana Dishubkominfo Kota Semarang, Mukindar, terkait orang-orang yang berlarian tersebut.

”Di luar itu (orang yang berlarian) siapa? Tolong saya minta dijelaskan,” tanya Hendi kepada Mukindar.

Mukindar sempat gugup. Namun ia menjelaskan jika orang-orang yang berhamburan tersebut bukan calo. Ia berkilah jika orang-orang itu merupakan utusan resmi dari sejumlah perusahaan yang mengajukan uji KIR. ”Bukan calo, mereka utusan resmi dari sejumlah perusahaan di Semarang. Ada surat tugasnya, kurang lebih 50 surat perintahnya, hampir semua perusahaan ada,” terang Mukindar.



Namun demikian, dia tak membantah kalau melalui perusahaan tersebut kadang mendapat titipan dari keluarga karyawan untuk mengurus uji KIR. ”Kalau dititipi dari keluarga (karyawan) mungkin iya. Tidak kami mungkiri, kalau seringkali ada titipan. Tapi kalau lewat calo, tidak boleh. Tidak ada pungli,” tegasnya.

Mukindar mengklaim saat ini sudah tidak ada praktik pungli dalam pengurusan uji KIR atau pengujian kendaraan bermotor di Dishubkominfo Kota Semarang. Selama ini, pihaknya mengaku terus memberantas praktik percaloan maupun pungli. Di antaranya, dengan memasang spanduk yang dilengkapi nomor call center. ”Jika ada masyarakat yang mendapati praktik pungli bisa langsung lapor melalui call center,” katanya.