100 Hari, Ringkus 20 Pengedar Narkoba

289
PANEN TERSANGKA: Para tersangka kasus narkoba saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN TERSANGKA: Para tersangka kasus narkoba saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Aparat Polrestabes Semarang panen tersangka narkoba. Dalam kurun waktu 100 hari, sejak pertengahan Juli hingga Oktober ini, sebanyak 20 pengedar narkoba berhasil ditangkap. Mereka dibekuk di tempat dan waktu berbeda dengan barang bukti mencapai 39,25 gram sabu, serta 72 butir pil ekstasi. Satu di antara 20 tersangka adalah seorang perempuan yang berprofesi sebagai pemandu lagu.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, mengatakan, 20 tersangka pengedar narkoba ini dibekuk aparat polrestabes dan sejumlah polsek.

Polsek Semarang Utara mengamankan seorang tersangka bernama Agus Wahyu Ribowo, 25, warga Mangunharjo, Demak dengan barang bukti sabu seberat 0,5 gram. Polsek Semarang Tengah mengamankan 2 tersangka, yakni Imam dan Choirul. Keduanya ditangkap di dekat Supermarket Giant Tlogosari, dengan barang bukti 17 gram sabu. Sedangkan Polsek Semarang Selatan meringkus dua tersangka, yakni Agung S dan Tri N, dengan barang bukti sabu 0,5 gram.

”Sebanyak 15 tersangka lainnya dibekuk Satuan Resnarkoba Polrestabes Semarang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (25/10).

Kapolrestabes menjelaskan, ke-20 tersangka terbagi dalam 14 kasus narkoba. Mereka berasal dari wilayah Ambarawa, Purwakarta, Klaten dan Kota Semarang. Total barang bukti sabu yang disita mencapai 39,25 gram. Terbanyak disita dari tersangka Imam A, warga Genuk, Semarang. Dari tangannya disita 17 gram sabu. Dia ditangkap di Jalan Bugen, Bangetayu, Semarang, Senin (10/10) sekitar pukul 17.00 lalu.

Selain menyita barang bukti sabu, petugas juga mengamankan 72 butir pil ekstasi, 6 unit kendaraan roda dua, belasan unit handphone, uang tunai Rp 2.555.000 serta alat pengisap (bong).

”Ancaman hukumannya 5 tahun sampai 20 tahun. Bisa seumur hidup, bahkan hukuman mati,” tegasnya.