SEMARANG – Kasus dukun palsu penggandaan uang bernama Harno alias Mbah Gondrong, 51, terus didalami aparat Polda Jateng. Kini, penyidik menelusuri aset maupun rekening tersangka.

Sebagaimana ditegaskan Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha bahwa pihaknya terus melakukan penelusuran hasil kejahatan tersangka yang berjumlah sekitar Rp 30 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut belum semuanya terdeteksi dan masih dilacak keberadaannya.

”Baru sebagian asetnya (tersangka, Red) yang kami sita. Kami juga mencoba cek rekening bersangkutan dan keluarganya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (21/10) kemarin.

Gagas menjelaskan bahwa ratusan orang yang dirugikan atas kasus penipuan tersebut sudah melapor. Jumlah nominal uang masing-masing pelapor mengalami kerugian variatif dalam kisaran mulai Rp 2 juta sampai Rp 200 juta per korban. Sedangkan Mbah Gondrong telah ditahan. ”Baru terdeteksi 174 korban. Mungkin masih bisa bertambah,” katanya.

Bahkan, kata Gagas, tersangka kasus penipuan yang dilakukan warga asal Purwodadi, Grobogan ini bisa dikenakan tindak pidana pencucian uang. ”Yang bersangkutan bisa saja dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), asal ada predikat crime-nya (tindak pidana primernya, Red),” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova mengakui kasus tersebut masih dalam pengembangan. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan tersangka Harno untuk melapor. ”Jika ada masyarakat yang jadi korban, silakan melapor untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Harno alias Gondrong alias Mbah Gondrong ditangkap aparat Polda Jateng atas kasus penipuan dengan modus penggandaan uang. Ditangkap di Desa Banjareja, Kecamatan Nusawungu Cilacap, Selasa siang (11/10) kemarin, sekitar pukul 13.00.

Selain menangkap pelaku, petugas juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti berupa 7 buah perhiasan emas palsu, kain mori, tulang babi, dupa, menyan termasuk jenglot dan mani gajah. Barang bukti tersebut merupakan perlengkapan sarana magic untuk meyakinkan korbannya bahwa bisa menggandakan uang. (mha/ida/ce1)