SIDAK: Petugas BNN Kendal melakukan tes urine para siswa SMPN 1 Patebon, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Petugas BNN Kendal melakukan tes urine para siswa SMPN 1 Patebon, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sejauh ini, tindakan BNN Kendal telah memanggil orang tua siswi tersebut agar ikut mengawasi anaknya. ”Awalnya hanya obatan-obatan terlarang, tapi nanti bisa beralih ke narkotika yang bisa merenggut masa depan mereka,” katanya.
 
Kepala SMP Negeri 1 Patebon, Teguh Isworo, mengatakan, razia dan tes urine itu atas permintaan dirinya, setelah seorang guru menemukan beberapa siswa yang membolos diduga tengah mengonsumsi pil trihex.
 
”Dari pemeriksaan dalam pesan percakapan telepon selulernya pada siswa ada transaksi obat-obatan terlarang. Pihak sekolah sudah berulang kali memanggil siswa yang diindikasikan menggunakan obat terlarang, namun masih tetap membandel,” ujarnya.
 
Untuk itu, kata dia, sekolah meminta BNN Kendal untuk melakukan pembinaan agar siswanya lepas dari ketergantungan obat terlarang tersebut. ”Hal ini untuk memberikan efek jera juga kepada siswa lainnya agar jangan sekali-kali mengonsumsi obatan-obatan terlarang,” paparnya.
 
Salah satu siswi berinisial RS mengakui jika pernah menggunakan obat-obatan terlarang. Sambil menangis, siswi yang cukup berprestasi di kelas ini mengaku ada sejumlah siswa lain yang juga kerap menenggak pil koplo dan minuman keras. ”Saya dapat obat terlarang jenis trihex dari teman saya melalui pesan singkat di media sosial,” akunya. (bud/aro/ce1)