Puluhan Siswa SMPN 1 Patebon Ngoplo, Seorang Siswi Jadi Pemasok

9486

KENDAL – Penyalahgunaan obat-obatan berbahaya di kalangan pelajar mulai marak di Kendal. Hal itu terungkap dalam razia yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal di SMP Negeri 1 Patebon, kemarin (18/10). Tercatat, puluhan siswa setempat diketahui mengonsumsi pil trihex. Bahkan ada seorang siswi yang diduga sebagai pemasok pil koplo tersebut.
 
Kedatangan BNN ke sekolah tersebut atas permintaan pihak sekolah yang telah mencium indikasi penyalahgunaan obat-obatan berbahaya di kalangan siswa. BNN Kendal diminta melakukan pembinaan dan tes urine kepada para siswa yang diduga mengonsumsi pil trihex.

Selain penyuluhan, petugas BNN Kendal dibantu Polsek Patebon sempat melakukan razia dengan menggeledah tas para siswa. Satu per satu siswa juga diminta menjalani tes urine. Hal itu untuk memudahkan siswa yang terindikasi mengonsumsi narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) bisa dilakukan pembinaan.
 
Kepala BNN Kendal, AKBP Sharlin Tjahaya, mengatakan, dari hasil tes urine memang negatif. Namun dari sekitar 44 pelajar yang diindikasikan menggunakan obat-obatan terlarang, hampir 90 persen mengakui kerap mengonsumsi pil trihex dan menenggak minuman keras (miras).
 
Jenis pil trihex dipilih para siswa lantaran tergolong murah, dan terjangkau kantong para siswa. Harganya Rp 2.500 per butir. Ironisnya, ternyata pemasok pil koplo tersebut seorang siswi setempat. ”Siswi yang memasok itu mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut melalui media sosial,” jelas Sarlin Tjahaya, Selasa (18/10).
 
Diakuinya, siswi pemasok pil koplo itu tidak pernah bertemu dengan pemasoknya. Sebab begitu uang ditransfer, barang yang dipesan akan ditaruh di dekat rel. ”Pelajar yang memesan akan mengambilnya setelah mendapat pesan melalui SMS atau WhatsApp (WA) dari si penjual,” jelas Sharlin.
 

1
2
BAGIKAN

11 KOMENTAR

  1. ini sungguh terlalu anak jaman sekarang ngga tau orang tua nyari uang susah malah dibuat mabuk mabuk an mau jadi apa kalian ini,sungguh memprihatinkan generasi ini.

  2. Buruu penggedarnyaa dan siswa siswi di keleuarkan saja dari sekolahanya yg kedapatan ( MEMBAWA MENGNGOMSUMSI DAM MENGEDARKANYA )

  3. Hal ini bukan kesalahan sekolah, tpi lingkungan keluarga yg kurang perhatian terhadap anaknya….pendidikan bukan hanya disekolah tpi lingkungan keluarga lingkungan rumah juga harus mendukung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here