Puluhan Siswa SMPN 1 Patebon Ngoplo, Seorang Siswi Jadi Pemasok

10467

KENDAL – Penyalahgunaan obat-obatan berbahaya di kalangan pelajar mulai marak di Kendal. Hal itu terungkap dalam razia yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal di SMP Negeri 1 Patebon, kemarin (18/10). Tercatat, puluhan siswa setempat diketahui mengonsumsi pil trihex. Bahkan ada seorang siswi yang diduga sebagai pemasok pil koplo tersebut.
 
Kedatangan BNN ke sekolah tersebut atas permintaan pihak sekolah yang telah mencium indikasi penyalahgunaan obat-obatan berbahaya di kalangan siswa. BNN Kendal diminta melakukan pembinaan dan tes urine kepada para siswa yang diduga mengonsumsi pil trihex.

Selain penyuluhan, petugas BNN Kendal dibantu Polsek Patebon sempat melakukan razia dengan menggeledah tas para siswa. Satu per satu siswa juga diminta menjalani tes urine. Hal itu untuk memudahkan siswa yang terindikasi mengonsumsi narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) bisa dilakukan pembinaan.
 
Kepala BNN Kendal, AKBP Sharlin Tjahaya, mengatakan, dari hasil tes urine memang negatif. Namun dari sekitar 44 pelajar yang diindikasikan menggunakan obat-obatan terlarang, hampir 90 persen mengakui kerap mengonsumsi pil trihex dan menenggak minuman keras (miras).
 
Jenis pil trihex dipilih para siswa lantaran tergolong murah, dan terjangkau kantong para siswa. Harganya Rp 2.500 per butir. Ironisnya, ternyata pemasok pil koplo tersebut seorang siswi setempat. ”Siswi yang memasok itu mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut melalui media sosial,” jelas Sarlin Tjahaya, Selasa (18/10).
 
Diakuinya, siswi pemasok pil koplo itu tidak pernah bertemu dengan pemasoknya. Sebab begitu uang ditransfer, barang yang dipesan akan ditaruh di dekat rel. ”Pelajar yang memesan akan mengambilnya setelah mendapat pesan melalui SMS atau WhatsApp (WA) dari si penjual,” jelas Sharlin.