Dewan Usul UMK Semarang Rp 2,1 Juta

Jalan Tengah Usulan Buruh dan Pengusaha

341

umk-2017
SEMARANG – Dewan memberi masukan agar Wali Kota Semarang mengambil jalan tengah mengenai penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Semarang. Jalan tengah yang dimaksud adalah mencari titik dari usulan standar UMK dari unsur buruh dan usulan UMK standar dari para pengusaha.

”Persetujuan pengajuan UMK adalah wewenang Wali Kota Semarang. Maka sebaiknya wali kota mencari jalur tengah,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ditambahkan Supriyadi, tentunya penetapan juga mengacu kepada perkiraan kebutuhan hidup layak dan pertumbuhan ekonomi saat ini di Kota Semarang.

Dikatakannya, wali kota harus mengundang pihak buruh dan pengusaha untuk menyamakan persepsi.

”Jalan tengah itu bisa menjadi solusi bagi kepentingan dua belah pihak. Baik pertimbangan investasi pemerintah maupun kesejahteraan buruh,” ujar politikus PDIP itu.

Supriyadi memaparkan, kalau unsur Buruh Kota Semarang mengajukan standar UMK 2017 senilai Rp 2.264.454. Sedangkan unsur pengusaha mengusulkan Rp 2.062.974, maka jalan tengah bisa berada di kisaran Rp 2,1 juta.

”Saya mendukung, kenaikan upah buruh mengacu kebutuhan hidup layak di Kota Semarang per bulan,” katanya.