PON 2020 Sisakan Tiga Pemain

726
GEMILANG: Tim basket putri Jateng saat tampil dalam laga PON Jabar 2016 kemarin. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
GEMILANG: Tim basket putri Jateng saat tampil dalam laga PON Jabar 2016 kemarin. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
GEMILANG: Tim basket putri Jateng saat tampil dalam laga PON Jabar 2016 kemarin. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
GEMILANG: Tim basket putri Jateng saat tampil dalam laga PON Jabar 2016 kemarin. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SEMARANG – Prestasi gemilang mampu ditunjukkan tim basket putri Jateng
setelah berhasil menyumbangkan medali emas dalam dua PON terakhir
yaitu PON Riau 2012 dan PON Jabar 2016 kemarin.



Salah satu kunci sukses Jateng kata Head Coach mereka, Xaverius Wiwid
adalah Jateng selalu langsung start mempersiapkan tim untuk turun di
ajang multievent empat tahunan paling bergengsi di Indonesia itu.



“Jadi kami harus bisa memanfaatkan waktu persiapan semaksimal mungkin.
Apalagi dengan status juara bertahan yang tidak turun di Pra-PON
membuat kami harus bisa membangun jam terbang pemain dengan maksimal
pula,” kata Wiwid dihubungi kemarin.



Jika ditilik dari aturan pembatasan usia, pelatih yang sukses membawa
tim putri Jateng juara itu mengatakan hanya akan ada tiga pemain
tersisa yang masih bisa dimanfaatkan untuk turun di PON Papua 2020
yaitu Diah Lestari, Sofiana Widiastuti dan Jesslyn Rasali.


“Di PON Jabar kemarin kami juga masih bisa menurunkan dua pemain yang
juga tampil di PON Riau yaitu Yuni Anggraeni dan Mariam Ulfah.
Keduanya memiliki pengalaman tampil di PON dan itu cukup berarti,”
sambung Wiwid.



Selain itu, program dengan menurunkan tujuh pemain mereka di kompetisi
basket profesional bersama tim Sahabat musim 2015-2016 kemarin cukup
memberikan jam terbang kepada Yuni Angrraeni sebelum bertarung di PON
Jabar.



“Liga profesional memberikan atmosfir kompetisi yang tidak kalah ketat
dengan PON dan itu cukup membantu pemain-pemain muda kami untuk
menambah pengalaman serta jam terbang,” kata Wiwid yang juga menukangi
tim Sahabat.



Oleh karena itu, rencananya dalam waktu dekat ini tim pelatih serta
manajemen Jateng akan mulai menginventarisir pemain-pemain basket
putri terbaik di Jateng yang akan segera diproyeksikan di PON Papua
2020 mendatang.



“Pola perisapan kami sedikit banyak akan sama dengan persiapan kami
menuju PON Jabar kemarin. Meskipun jadwal Liga juga belum jelas namun
kamis duah memiliki planing untuk kembali memberikan pengalaman
pemain-pemain proyeksi PON Papua untuk turun di liga profesional,”
bebernya. (bas/zal)