Meski mobilnya belum kelar dimodifikasi, namun club-nya mendorongnya untuk mengikuti kontes di Balai Kota Semarang yang diadakan BJG Auto Club, bertemakan Super Auto Show #1 Semarang City pada 8 dan 9 Oktober lalu.

”Ini masih fitting permulaan dalam proses modif. Kalau sampai modif utuh, waktunya sampai 1 bulanan. Habisnya juga sampai puluhan juta rupiah, kalau mengubahnya. Audio saja sudah Rp 20 juta, belum velg, ban, dan lainnya,” ungkapnya.

Spesifikasi mobil Dewi yang dirombak di antaranya, velg dari OM ring 16 diganti rising ring 18, per standar diganti custom, knalpot diganti ORD, wing dari yang polos ditambahi spoiler, audio dipasang dua unit sub wofer sama power, dipasang twitter, busa dilapisi kulit, warna dasar abu-abu gray dipoles kilat, diceperkan dari tanah kurang lebih 5 jari, ban diganti akselera, serta ring ukuran 21/35.

”Kelebihan mobil saya ini di audio yang awalnya biasa banget jadi luar biasa. Suaranya jadi lebih enak dan kenceng,” ujar gadis penyuka lagu John Legend berjudul All of Me ini.
Namun demikian, Dewi mengaku baru mulai menyukai mobil ceper sejak setahun terakhir. Bahkan ia sendiri awalnya masih belum tahu mau merombak mobil yang bagaimana. Akan tetapi sejak gabung di KKAC 2 bulan lalu, ia banyak memperoleh inspirasi.

”Kreasi saya cuma audio dan itu menjadi kelebihan mobil saya. Kalau dirombak ceper, saya cuma dapat masukan dari teman-teman komunitas,” sebut Dewi yang bekerja sampingan sebagai modeling ini.

Ketua Bidang Humas KKAC Chapter Semarang, Rendhy Ardhya  menambahkan bahwa komunitasnya berdiri sejak 2015, kali pertama di Purwokerto. Kemudian melebarkan sayap di Kota Semarang dan Jakarta.

”Anggota di Semarang ada 10 orang. Aktivitas kami, biasanya bakti sosial, gathering, dan pertemuan rutin kopi darat. Visi dan misi kami, ingin membangun persaudaraan sesama penyuka mobil ceper,” imbuh Rendhy.

Dia juga memastikan, kalau bergabung ke dalam komunitas, tidak ada syarat khusus. Menurutnya yang terpenting bisa diajak kekeluargaan dan hobinya sama-sama penyuka mobil ceper. Ia juga mengaku KKAC Chapter Semarang merupakan regenerasi kedua dipimpinan Danielle Combaitan.

Rendhy juga memastikan, semua orang bebas bergabung ke komunitasnya yang kerap kumpul di posko Jalan Pandanaran dan Jalan Pahlawan. ’Kami itu sering kopi darat (kopdar) di pinggir-pinggir jalan. Malah jarang di kafe. Bagi kami yang terpenting tidak mengganggu lalu lintas. Kopdar biasanya seminggu sekali setiap hari Jumat,” katanya. (*/ida/ce1)