Sisihkan hampir Seluruh Gaji, Rombak Mobil Jadi Ceper

Dewi Handayani, Penghobi Modifikasi Mobil

2793
PENUHI HOBI: Dewi Handayani atau Dewi Princes, anggota Kunang-Kunang Auto Club Chapter Semarang menunjukkan mobil modifikasi hasil sisihkan gaji dan uang jajan. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
)
PENUHI HOBI: Dewi Handayani atau Dewi Princes, anggota Kunang-Kunang Auto Club Chapter Semarang menunjukkan mobil modifikasi hasil sisihkan gaji dan uang jajan. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
)

Kalau sudah hobi, bisa dibilang irasional. Tak peduli gaji habis hanya untuk memenuhi hobi yang bukan kebutuhan pokok, hati jauh lebih terpuaskan. Sebagaimana yang dirasakan Dewi Handayani, yang hobi memodifikasi Honda Civic FD1 2009. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

TAMPAK elegan dan terkesan mewah, sekali melihat mobil Honda Civic FD1 2009 milik Dewi Handayani yang mengusung tema stance daily (ceper harian). Belum lagi warna abu-abu yang dipadukan dengan gray, menghiasi warna utama mobil tersebut. Sehingga mobil yang awalnya dibeli dengan harga Rp 200 juta tersebut, semakin eksentrik. Tak hanya itu, sound system menjadi kelebihan utama karena suaranya menggema dan ngebass. Sehingga membuat siapa saja betah berada di dalam mobil tersebut.

Pemilik mobil yang akrab Dewi Princes tersebut mengaku modifikasi mobil tersebut tidak diperolehnya secara instan. Bahkan, ia harus rela menyisihkan gajinya selama bekerja di perusahaan swasta. Padahal, gajinya kala itu hanya Rp 3 juta, yang Rp 2 juta sudah ia sisihkan untuk biaya memodifikasi mobil. Meski begitu, dirinya bertekad menyisihkan gaji terus-menerus, sampai mobil kesayangannya benar-benar berubah seperti mobil sport, termasuk knalpotnya bisa sampai dua unit.

”Awalnya mobil ini saya beli Rp 200 juta. Itu pun, saya sudah tangan kedua. Yang punya bapak-bapak dari Semarang, tapi jarang dipakai. Mobil tersebut saat ini saya modifikasi yang biayanya hampir mendekati harga mobil itu sendiri,” kata Dewi yang merupakan anggota Kunang-Kunang Auto Club (KKAC) Chapter Semarang saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Bagi Dewi, mobil standar yang dibuat modifikasi ceper jelas memiliki keistimewan tersendiri. Selain ada kepuasaan batin, mobilnya juga bisa terlihat keren, sekalipun biaya modifikasi yang dikeluarkan lebih besar dari biaya harga mobilnya.

”Semula saya suka melihat mobil sport. Jadi benar-benar ingin membuat seperti mobil sport. Makanya saya modif biar ceper dan terlihat elegan,” tutur gadis kelahiran Kendal, 6 September 1990 silam ini.