Ratusan Pohon Rawan Tumbang

160

fenomena-pohon-tumbang
DINAS Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang mengakui memang ada ratusan pohon angsana di pinggir jalan yang sudah berusia tua dan harus dilakukan penebangan. Makanya, saat ini DKP menginventarisasi pohon-pohon yang rawan tumbang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pertamanan, DKP Kota Semarang, Budi Prakosa. Menurutnya, ada ratusan pohon yang harus ditebang. Saat ini, pihaknya sudah bergerak melakukan penebangan secara bertahap.

”Cuaca ekstrem dan tidak menentu seperti saat ini, bisa mengakibatkan pohon tumbang. Kalau bicara titik rawan (pohon tumbang, Red) itu merata. Seperti di Jalan Sriwijaya, Veteran, S Parman, Gombel, Sultan Agung, pokoknya yang banyak pohon angsananya,” kata Budi, kemarin.

Peremajaan pohon yang sudah tua memang sudah mulai dilakukan. Pihaknya juga secara bertahap akan mengganti jenis pohon angsana dengan pohon lain yang kondisinya lebih kokoh. ”Angsana memang rawan tumbang, nanti kami remajakan, bisa diganti trembesi, mahoni atau lainnya. Akan pilih trembesi, karena tumbuhnya cepat dan kokoh,” terangnya.

Disinggung mengenai pohon asem di Jalan Dr Sutomo yang tumbang menimpa pengendara hingga tewas, Budi mengatakan, usia pohon tersebut diperkirakan 50 tahun. Meski begitu, pohon asam tersebut masih bisa panjang lagi dan kuat. Sementara terkait kompensasi atas meninggalnya korban, pihaknya memberikan santunan sebesar Rp 10 juta. ”Nilai itu sesuai dalam Perda,” tandasnya.

Sementara itu, pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, berharap Pemkot Semarang segera melakukan peremajaan pohon-pohon turus jalan yang sudah tua dengan pohon yang baru yang aman bagi para pengguna jalan. Termasuk dalam perawatan pohon, sebaiknya jangan hanya disiram sekadar menyemprotkan air, tapi juga memperhatikan kondisi akar dan tanahnya. Demikian pula saat memangkas pohon, jangan vertikal, karena sisanya bisa tumbang dan membahayakan.

”Keberadaan pepohonan di pinggir jalan sangat penting untuk menetralisir polusi udara dan menjaga lingkungan. Namun keamanan pengguna jalan juga harus tetap diperhatikan dengan memilih tanaman yang aman,” harapnya. (zal/ida/ce1)