PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat takziah dan menyerahkan dana tali asih kepada keluarga korban pohon tumbang, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat takziah dan menyerahkan dana tali asih kepada keluarga korban pohon tumbang, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat takziah dan menyerahkan dana tali asih kepada keluarga korban pohon tumbang, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat takziah dan menyerahkan dana tali asih kepada keluarga korban pohon tumbang, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMKOT Semarang meminta dinas terkait, camat dan lurah untuk menginventarisasi pohon-pohon yang dianggap rawan tumbang di wilayah masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali musibah pohon tumbang yang merenggut korban jiwa.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan pihaknya sudah meminta sekda untuk membuat surat edaran agar jajarannya waspada bencana. Selain kewaspadaan terhadap ancaman bencana banjir dan longsor, saat cuaca ekstrem seperti ini, jajarannya juga diminta mengantisipasi ancaman pohon tumbang.

”SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait seperti DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan), Satpol PP, dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), saya minta menyisir satu per satu pohon di jalan protokol. Selain itu, camat dan lurah juga kami minta menginventarisasi pohon di wilayah masing-masing,” kata Hevearita di sela menyerahkan tali asih ke keluarga korban pohon tumbang, Ali Rosidi di Jalan Kenconowungu Raya, Kelurahan Karangayu, kemarin.

Dia mengungkapkan, sebenarnya mulai 2017, pemkot akan melibatkan konsultan untuk menginventarisasi pohon-pohon tua yang rawan tumbang. Namun sebelum itu, dalam 3 bulan ke depan, pihaknya meminta jajarannya untuk melakukan langkah tanggap darurat. Prioritas penyisiran dilakukan di jalan protokol karena dilewati banyak pengendara. ”Terlebih saat cuaca ekstrem seperti ini. Kami tidak bisa menunggu 2017,” ujarnya.

Selain pohon, pemkot juga melakukan antisipasi terhadap baliho-baliho raksasa yang dianggap rawan roboh. Ita menambahkan, dia sudah meminta Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame untuk melakukan antisipasi.

Kemarin Mbak Ita menyerahkan langsung uang tali asih sebesar Rp 10 juta kepada ahli waris korban. Tali asih tersebut diambilkan dari dana tanggap darurat BPBD Kota Semarang. ”Aturan pemberian tali asih sudah jelas, ada Perwal-nya. Kami memberikan tali asih karena korban tertimpa pohon yang menjadi inventaris pemkot,” katanya. (ric/amu/ida/ce1)