Kunia Dwi Wahyuni (REPRO ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kunia Dwi Wahyuni (REPRO ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kunia Dwi Wahyuni (REPRO ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kunia Dwi Wahyuni (REPRO ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARANG – Jasad mahasiswa Unnes, Kunia Dwi Wahyuni, yang terseret arus air Sungai Kalisegoro, Gunungpati saat mengikuti kegiatan Pra Pendidikan Dasar (Pradiksar), akhirnya berhasil ditemukan oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) Mayangsari. Jasad mahasiswa jurusan Matematika FMIPA Unnes tersebut, terdampar di bantaran Sungai Mayangsari, daerah Kalipancur sekitar pukul 18.45 malam, Senin (10/10) kemarin. Kali pertama ditemukan, tubuh gadis tersebut dalam posisi kepala di bawah tertutup lumpur, sedangkan kakinya di atas. 

Salah satu anggota KSB Mayangsasri, Sukarman mengatakan tubuh korban kali pertama ditemukan anggota KSB bernama Ardi, warga Mayangsari. Tidak sengaja, alat bantu berupa kayu untuk penyisiran menyentuh berupa benda yang diduga tubuh korban.

“Ditemukan tadi di seberang, dekat daerah Delik. Saat disisir, Ardi melihat ada benda, terus disentuh-senruh dengan kayu, ternyata dilihatnya kaki manusia,” ungkap Sukarman, 58, anggota KSB Mayangsari saat ikut mengevakuasi jasad korban di RSUP Dr Kariadi, Senin malam (10/10) kemarin. 

Selanjutnya, Ardi menyampaikan kepada petugas dan anggota KSB lainnya. Kemudian dilakukan evakuasi, namun agak kesulitan, lantaran kondisi arus air masih deras.

“Sedangkan posisi korban sangat sulit, karena berada di batuan, kakinya di atas, kepalanya di bawah tertutup lumpur,” kata laki-laki yang juga ketua RW 02 Mayangsari.



Setelah korban dievakuasi terus dibawa ke RSUP DR Kariadi. Setelah itu, petugas masih harus menunggu pihak orangtua korban lantaran teman-teman korban kurang mengenali jasad korban yang bagian wajahnya sudah lebam. Selang tak berapa lama, orangtua korban yang datang langsung diajak petugas untuk melihat jasad tersebut.