Tertantang Nyanyi Lagu Keroncong

636
Elisabeth Resa Novitasari (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Elisabeth Resa Novitasari (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Elisabeth Resa Novitasari (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Elisabeth Resa Novitasari (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYANYI dangdut multitalenta asal Semarang, yang beken dengan panggilan Resa Lawang Sewu, telah mencintai musik sejak usia anak-anak. Kini, suara merdu gadis kelahiran Sleman 23 November 1995 ini, kerap menghiasi Youtube dan media sosial lainnya.

”Saya suka nyanyi sejak masih kecil. Kemudian sering ikut lomba dan sampai sekarang punya banyak job,” tuturnya.
Meski dikenal sebagai penyanyi dangdut, Resa sebenarnya piawai menyanyikan semua genre musik. Kendati begitu, keroncong memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari genre musik lainnya. Karena harus menguasai cengkok dan langgam. 

”Hampir semua genre saya bisa. Tapi saya belum pernah nyanyi keroncong. Makanya saya ingin mencobanya, kayaknya asyik,” ucapnya usai manggung di Xpool Beer House, kemarin.

Resa yang tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM) ini, saat ini memilih cuti kuliah dan fokus ke project single ke-3 dan 4 yang sudah masuk proses produksi. ”Dengan berat hati, terpaksa meninggalkan kuliah. Kalau kelar, saya baru kuliah lagi karena pendidikan juga penting,” ungkap pemilik lagu Hot Jamur dan Kisah Kita ini.

Alumnus SMA N 15 Semarang yang menyukai bebek goreng ini, memiliki impian di kancah dunia musik nasional. Namun ketika melihat banyak artis dangdut nasional yang memiliki kualitas bagus dan total dalam setiap tampil di layar kaca, Resa kerap tak percaya diri. Jalan menuju kancah musik nasional, terasa berat, meski sudah memiliki basis fans bernama Resa Lovers ini.

”Masih minder sih, karena banyak yang bagus. Makanya saya fokus ke project single ketiga dan keempat, agar bisa menembus kancah nasional. Menurut saya kualitas dan jam terbang sangat diperlukan,” tutupnya. (den/ida/ce1)