Orang Bertato Dilarang Donor Darah

2255
DONOR DARAH : Salah satu pendonor sedang diambil darahnya oleh petugas PMI saat aksi donor darah oleh komunitas SCCS di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONOR DARAH : Salah satu pendonor sedang diambil darahnya oleh petugas PMI saat aksi donor darah oleh komunitas SCCS di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONOR DARAH : Salah satu pendonor sedang diambil darahnya oleh petugas PMI saat aksi donor darah oleh komunitas SCCS di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONOR DARAH : Salah satu pendonor sedang diambil darahnya oleh petugas PMI saat aksi donor darah oleh komunitas SCCS di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNGARAN–Meski mendonorkan darah merupakan hak semua orang, namun orang bertato tidak diperbolehkannya mendonorkan darahnya. Karena darahnya sudah terkontaminasi.
Hal itu dikatakan oleh dokter pelaksana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Semarang, Teguh Winarno saat ditemui dalam aksi donor darah oleh komunitas Suzuki Cary Club Chapter Semarang (SCCS) di Ungaran, Minggu (9/10) kemarin. Selain melarang orang yang bertato untuk mendonorkan darahnya, PMI juga melakukan pemeriksaan beberapa penyakit yang juga tidak bisa menjadi pendonor. Di antaranya yaitu penyakit HIV-AIDS, hepatitis dan sipilis.

Dijelaskan Teguh, beberapa manfaat dalam berdonor yaitu mengganti sel-sel darah di dalam tubuh yang sudah tua. “Sekali donor sebanyak 350 cc darah, bisa membuang kolesterol dan gula darah. Itu keuntungan buat pendonor,” ujarnya.

Sedangkan untuk jangka waktu melakukan donor darah, dikatakan Teguh harus tiga bulan sekali. ”Untuk kesehatan, menurut peraturan WHO dan Permenkes itu per 2 bulan bisa dilakukan donor lagi. Tetapi kami sarankan melihat kondisi dan aktifitas kita. Bisa 3 bulan sekali,” katanya.

Adapun syarat untuk melakukan pendonoran yaitu minimal berusia 17 tahun dan memiliki berat badan sekurang-kurangnya 40 kilogram. “Juga sehat jasmani dan rohani, tidak dalam sedang pengobatan, tidak bertato,” katanya.

Satu pendonor akan diambil satu kantung darah. Dari satu kantung darah tersebut dapat diolah menjadi tiga produk lain, antara lain sel darah merah, trombosit, dan plasma. “Tergantung kebutuhannya apa. Satu kantong darah prosentase terpakainya lebih dari 95 persen,” katanya.

Dalam aksi tersebut tidak hanya melibatkan anggota komunitas saja, namun juga warga sekitar. Salahsatu warga setempat, Amirudin, 37, mengatakan aksi tersebut sangat bermanfaat untuk warga sekitar. “Manfaatnya (donor darah) memang banyak, tubuh jadi enteng dan lebih bugar,” kata Amirudin yang saat itu datang bersama istri dan anaknya. Warga Kelurahan Gedhanganak tersebut mengaku rutin melakukan donor darah. “Setiap dua bulan sekali di PMI,” katanya.

Sementara itu salahsatu anggota komunitas SCCS, Febriyanto mengatakan dalam aksi itu ditargetkan diperoleh 100 kantung darah. Aksi tersebut merupakan wujud kerjasama antara SCCS, PMI Kabupaten Semarang, dan dealer Suzuki mobil Ungaran. “Hingga pukul 12.00 siang sudah mencapai 70 kantung darah. 50 kantung dari anggota komunitas, sisanya dari warga sekitar,” katanya. (ewb/ida)