4.5 C
Alba Iulia
Jumat, Desember 13, 2019

Hujan Deras Ganggu Penghitungan Suara

TPS Pilkades di Lapangan Desa Kebanjiran

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

BERSYUKUR : Cakades HM Syakir bergembira setelah mengetahui dirinya menang telak dalam Pilkades di Desa Bulusari kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSYUKUR : Cakades HM Syakir bergembira setelah mengetahui dirinya menang telak dalam Pilkades di Desa Bulusari kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Hujan deras turut mewarnai hiruk pikuk pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 183 desa di wilayah Demak, kemarin. Bahkan, penghitungan surat suara cukup terganggu dengan hujan lebat yang turun sejak pukul 14.00 hingga pukul 17.00.

Beberapa tempat pemungutan suara yang berlokasi di lapangan desa kebanjiran. Ini seperti yang dialami di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung. Penghitungan suara agak tersendat karena kombongan serta papan suara basah kuyup terkena air hujan yang disertai angina kencang. Meski hujan deras cukup lama, tidak menyurutkan para panitia Pilkades dan simpatisan calon kepala desa (Cakades) yang hadir di lapangan. Sembari membentangkan baliho bergambar calon, mereka bersorak sorai karena jago mereka menang.

Di Desa Bulusari, HM Syakir berhasil unggul dari kandidat lainnya. Yakni, memperoleh suara 1.657, kemudian disusul Khoeron dengan 1.121 suara serta Mashudi dengan 280 suara.
HM Syakir yang merupakan adik dari Wakil Ketua DPRD Demak H Muntohar ini tampak sumringah mendengar pengumuman kemenangannya. “Alhamdulillah,” ungkap Syakir yang setelah menang diiring para simpatisannya.

H Muntohar menambahkan, proses demokrasi Pilkades di Desa Bulusari menjadi tonggak sejarah bagi desanya tersebut. “Semoga Desa Bulusari ke depan lebih maju lagi,” ujar dia.
Sementara itu, secara umum Pilkades di ratusan desa di Demak berjalan relatif lancar. Warga di setiap desa yang menggelar Pilkades datang ke TPS sejak pukul 07.00. Sedangkan, pencoblosan baru dibuka pukul 08.00 hingga pukul 14.00. Dengan berbekal kartu undangan, warga dapat menggunakan hak pilihnya di TPS.

Dalam Pilkades ini, saweran dari cakades untuk para pemilih marak terjadi. Jumlahnya variasi. Mulai dari Rp 25 ribu hingga 150 ribu. Bahkan, ada pula yang Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta perorang. Ini seperti terjadi di Desa Gempoldenok, Kecamatan Dempet. Perang sawer atau uang politik ini cukup menggairahkan para pemilih ke TPS.

Terkait dengan pengamanan Pilkades, Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 522 personel Polres Demak. Selain itu, tambahan personel dari Polres Kudus sebanyak 30 personel, Polres Grobogan 30 personel, Polrestabes Semarang 30 personel dan Brimob Polda Jateng sebanyak 100 personel.

Selain itu, mendapat bantuan dari Kodim 0716 Demak sebanyak 323 personel serta dibantu 5490 Linmas. “Alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar,” katanya. (hib/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -