Kebut Pagar Pendopo dan 4 Bangunan Jembatan

469
GANTI BARU : Gapura dan pagar pendopo Kabupaten Demak dibongkar untuk diganti bangunan yang baru. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GANTI BARU : Gapura dan pagar pendopo Kabupaten Demak dibongkar untuk diganti bangunan yang baru. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GANTI BARU : Gapura dan pagar pendopo Kabupaten Demak dibongkar untuk diganti bangunan yang baru. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GANTI BARU : Gapura dan pagar pendopo Kabupaten Demak dibongkar untuk diganti bangunan yang baru. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMAK-Pemkab Demak kini terus ngebut menyelesaikan berbagai pembangunan proyek infrastruktur. Di antaranya pembangunan pagar Pendopo Kabupaten Demak termasuk pintu gerbang masuk kantor pemerintahan dan rumah dinas bupati. Selain itu, menyelesaikan pembangunan 4 jembatan yang kini masih dalam proses pengerjaan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Kabupaten Demak, Sugiharto mengungkapkan bahwa jembatan yang masih dalam pengerjaan adalah Jembatan Pasar Wonopolo, Kecamatan Dempet senilai Rp 3 miliar, Jembatan Ngawen, Kecamatan Wedung senilai Rp 1 miliar, Jembatan Banjarejo-Candisari, Kecamatan Mranggen dan Jembatan Sidorejo, Kecamatan Karangtengah.

“Untuk Jembatan Sidorejo ini memang sangat mendesak penyelesaiannya. Sebab, masyarakat harus putar dulu hingga 5 kilometer menyusuri Sungai Wonokerto,” ujar dia, kemarin.

Terkait dengan pembangunan jembatan Desa Purworejo, Kecamatan Bonang yang ambrol beberapa tahun lalu, DPUPPE juga telah menganggarkan dana Rp 1 miliar. Jembatan ini dibangun dengan ukuran panjang 9 meter dan lebar 6 meter disertai pembangunan oprit penahan jalan. Khusus untuk Jembatan Singopadu, Kecamatan Karangawen dianggarkan Rp 200 juta untuk membuat pondasi penyangga yang amblas diterjang banjir. “Jadi, agar masyarakat tidak menunggu lama,” katanya.

Menurutnya, Pemkab kini sedang membuka akses jalan antara Tumpi-Singopadu dan Brambang, Karangawen. Ini dilakukan dengan tujuan mengurangi kemacetan di wilayah Karangawen. “Karangawen biasanya macet sehingga perlu ada jalan alternative penghubung Demak-Grobogan,” ujar dia. (hib/ida)