DEMAK-Aliran dana selama pemilihan kepala desa (Pilkades) bisa mencapai ratusan miliar. Jika setiap calon kepala desa (Cakades) mengucurkan dana antara Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar, tentu total uang yang dibuat untuk saweran Pilkades sangat banyak. Bahkan melebihi pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Di Kabupaten Demak setidaknya ada 183 desa yang menggelar Pilkades. Sedangkan, cakades yang bersaing ada sekitar 400 orang lebih. Biaya untuk penyelenggaraan Pilkades dari APBD dan APBDes saja sudah mencapai Rp 16 miliar lebih. Karena itu, kebutuhan untuk Pilkades sangat mahal.

Koordinator Forum Komunikasi Rakyat dan Masyarakat Demak (FKRMD), Rifai mengatakan, dana yang berseliweran dalam Pilkades sangat besar. “Wong untuk iuran kombongan saja dari cakades rata-rata mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Belum lagi dana yang lain,” ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD Demak, Sunari menambahkan, seharusnya cakades tidak dibebani dengan iuran kombongan dan kekurangan anggaran lainnya. “Jadi, cukup dianggarkan lewat APBD dan APBDes,” ujar dia.

Untuk itu, kata dia, Komisi A pada saatnya nanti akan memanggil pihak terkait untuk memaparkan pertanggungjawaban penggunaan dana Pilkades tersebut. “Kami ingin mendengar anggaran Pilkades rinciannya untuk apa saja,” kata dia. (hib/ida)