SIDAK SAMSAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertanya kepada warga yang sedang mengurus perpanjangan STNK di Samsat Kota Magelang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG
)
SIDAK SAMSAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertanya kepada warga yang sedang mengurus perpanjangan STNK di Samsat Kota Magelang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG
)
SIDAK SAMSAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertanya kepada warga yang sedang mengurus perpanjangan STNK di Samsat Kota Magelang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG
)
SIDAK SAMSAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertanya kepada warga yang sedang mengurus perpanjangan STNK di Samsat Kota Magelang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG
)
MAGELANG – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menangkap basah praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Magelang. Ada oknum polisi yang tengah bertugas di loket cek fisik meminta Rp 50 ribu. Padahal, pelayanan tersebut sebenarnya tanpa biaya alias gratis.

Praktik tersebut terungkap ketika Ganjar menggelar sidak di Kantor Samsat Kota Magelang, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (5/9). Saat itu, politikus PDIP ini mengajak ngobrol Sugiharto, 61, warga Gang Kantil III Kecamatan Magelang yang tengah mengurus perpanjangan STNK lima tahunan atau ganti pelat nomor.

Dalam percakapan tersebut, Ganjar menanyakan beberapa hal terkait pelayanan. Sugiharto pun mengaku telah membayar sejumlah uang tanpa diberi kuitansi ketika melakukan cek fisik kendaraan roda dua miliknya. ”Suruh bayar Rp 50 ribu oleh penjaga loket cek fisik. Katanya untuk administrasi formulir,” ucapnya.

Dia menuturkan, sebenarnya sudah tahu jika pelayanan cek fisik kendaraan tidak perlu membayar. Sugiharto hanya mengikuti alur saja. Membayar karena diminta petugas.

”Teman-teman saya yang ngurus juga pada bayar. Ya, saya terpaksa bayar. Nanti kalau tidak bayar, terus tidak dilayani, bagaimana?” katanya.

Mendengar laporan seperti itu, Ganjar langsung memegang Sugiharto. Dia minta diantarkan bertemu dengan oknum polisi yang dimaksud. Begitu ketemu, Ganjar meminta kepada oknum polisi yang diketahui bernama Bigadir Dani untuk mengembalikan lembaran biru Rp 50 ribu kepada Sugiharto. Ganjar pun memberondong pertanyaan kepada petugas.