Postur Dinas Gemuk, Anggaran Membengkak

243

rombak-organisasi
BALAI KOTA – Perombakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di jajaran Pemkot Semarang dipastikan bakal menjadi gemuk. Pasalnya, jumlah dinasnya bertambah banyak, dari semula 19 menjadi 27 dinas. Artinya, akan ada sebanyak 8 dinas baru, dan tentu saja dibutuhkan delapan kepala dinas baru.

Kalangan DPRD Kota Semarang mengkhawatirkan kondisi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang gemuk ini akan diikuti kebutuhan anggaran yang membengkak.

”Diperkirakan ini sudah tidak ada perubahan. Dari semula 19 dinas, menjadi 27 dinas,” kata Wakil Ketua Pansus Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Semarang, Johan Rifai, kepada Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya, Rabu (28/9).

Dikatakannya, pihaknya bersama tim Pansus DPRD Kota Semarang telah selesai melakukan pembahasan. Selain 27 dinas baru, masih ada lima badan, inspektorat, sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dan beberapa lembaga setingkat SKPD yang saat ini masih menunggu aturan. Praktis, postur dinas di Pemkot Semarang bakal lebih gendut.

”Kami sempat khawatir karena membuat pengeluaran APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Semarang bakal membengkak,” kata anggota Komisi A DPRD Kota Semarang ini.

Selain itu, kata dia, adanya satu SKPD yang dipecah menjadi 2 hingga 3 SKPD dikhawatirkan akan menghamburkan anggaran. Ia mencontohkan, Bapermasper-KB yang dipecah menjadi tiga dinas, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. ”Apakah itu tidak muspro? Atau terbuang sia-sia,” ujarnya setengah bertanya.