Tinggi, Penderita Kanker Anak

187

SEMARANG – Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam penanganan kanker anak adalah minimnya ketersediaan dokter spesialis kanker anak. Padahal dari data yang ada, jumlah penderita kanker anak relatif tinggi. Tercatat, sebanyak 20 anak setiap jam atau 480 anak setiap hari yang didiagnosis menderita penyakit ini.

”Ini sangat memprihatinkan. Karena itu, dengan adanya rumah singgah ini dapat membantu meringankan keluarga yang anaknya terkena kanker,” ungkap Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Ira Soelistyo di sela peresmian Rumah Singgah di bilangan Kedungjati, Semarang oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (26/9).

Ira menjelaskan, rumah singgah tersebut memiliki suasana kekeluargaan yang penuh keceriaan dan terdapat 11 tempat tidur.

”Sehingga meskipun sakit, kami berupaya agar semangat anak-anak tidak menurun. Untuk itu, selain memperhatikan asupan nutrisinya, kami juga memperhatikan kebutuhan bermain dan belajar anak-anak selayaknya usia mereka,” katanya.

Penderita tumor ginjal asal Pekalongan, Alya Azahra, 3, menginap di rumah singgah tersebut untuk menjalani terapi di RSUP dr Kariadi. Anak kedua dari pasangan Ahmad Slamet dan Muslihan ini tinggal di rumah singgah sejak seminggu yang lalu.

Ibunda Alya Azahra, Muslihan, mengatakan, awalnya ketika kencing keluar darah. Kemudian diperiksakan di RSUD Pekalongan, tetapi karena peralatan yang kurang memadai, sehingga dirujuk ke RSUP dr Kariadi.