SEMARANG – Peredaran narkotika dan obat berbahaya (narkoba) yang dikendalikan oleh napi dari balik sel lembaga pemasyarakatan (Lapas) masih marak. Seperti yang diungkap aparat Satuan Narkoba Polrestabes Semarang. Sepasang kekasih, Irawan Budi Prasetyo, 19, warga Gayamsari, dan Desty Ellyan, 21, penghuni salah satu kos di daerah Gajah, Kecamatan Gayamsari ditangkap aparat di dekat rumah susun (rusun) Tambakharjo, Kamis (22/9) lalu.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menemukan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 17 gram beserta satu alat pipet kaca dan handphone. Sabu tersebut tersimpan di dalam dompet warna merah milik Desty di tempat kosnya. Tersangka mengaku, mendapat barang tersebut dari Rio, napi yang masih mendekam di Lapas Kedungpane Semarang dalam kasus yang sama.

”Barangnya dari Rio. Dia di dalam Kedungpane. Disuruh ambil di Jalan Pemuda, dekat bangjo (traffic light) Sri Ratu (Pemuda),” ungkap tersangka Irawan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (26/9).

Tersangka Irawan bersikukuh baru sekali itu mengambil barang atas suruhan Rio. Namun demikian, sebelum sabu terjual, sudah terlebih dahulu ditangkap polisi.

”Saya dijanjikan lagi, kalau 50 gram (sabu) habis. Tapi ini belum dapat,” katanya.

Berbeda dengan pengakuan kekasihnya, Desty, yang bekerja sebagai pemandu lagu di tempat karaoke. Ia mengaku hanya menyimpan saja, dan sering menggunakan sabu-sabu. ”Saya tahu itu barang apa, cuma dititipin hari itu tok. Cuma menyimpan. Tapi saya juga pakai,” akunya.

Selain sepasang kekasih tersebut, polisi juga meringkus empat tersangka pengedar narkoba lainnya. Yakni, Thio Felix, 31, warga Pedurungan, dan Stevanus Ardian Suhendro, 34, warga Semarang Utara. Keduanya ditangkap beserta barang bukti sabu 1 gram Jalan jalan Dr Wahidin, Kamis (22/9) lalu.