Padupadankan Batik karena Cinta

213
Okky Andaniswari (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Okky Andaniswari (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Okky Andaniswari (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Okky Andaniswari (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Okky Andaniswari, batik memang harus terus dilestarikan dan selalu dipertahankan agar tetap menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Gadis kelahiran Semarang, 25 Oktober 1995 ini mengaku awalnya bisa menyukai batik saat dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Saat itu, ia melihat motif batik Jawa, yang justru digunakan untuk desain produk Jerman.

”Saya sebagai orang Jawa, rasanya tidak rela, bila batik digunakan dengan bebas oleh produk luar negeri. Batik itu sudah menjadi ciri khas Indonesia terutama di Jawa,” kata Okky saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang usai acara Judisial Camp yang diadakan Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng, kemarin.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini bertekad mengampanyekan agar batik tidak sampai diklaim oleh negara lain. Yakni dengan cara mengkreasikan baju yang dimilikinya dipadupadankan dengan kain batik, kemudian dibuat model sesuai yang dia inginkan.

”Cara mengenalkan batik sebagai budaya sendiri, memang begitu. Jadi tidak monoton dari toko batik langsung pakai, melainkan saya padukan kemudian dimodifikasi sesuka hati. Saya berharap pemerintah bisa menekankan kepada para pegawainya, selalu menggunakan batik dengan cara-cara yang unik,” harapnya.

Dengan cara itu, mahasiswi jurusan hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang berharap masyarakat bisa lebih suka dan tertarik dengan batik. Dengan begitu, batik di Indonesia tetap eksis sampai turun-temurun. ”Batik jangan sampai musnah di masa mendatang, apalagi dianggap kuno dan tidak zaman. Walaupun sudah dipatenkan, tetap jangan dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Mantan murid QQ Modeling ini menganggap kesusahan mengikuti perlombaan batik adalah segi corak, warna dan model gaun harus seimbang. Untuk itu, harus pintar-pintar memilih dan mendesain kostum sehingga tidak norak atau terkesan kuno.
”Kecintaan saya terhadap memang saya implementasikan juga dalam setiap lomba batik. Harapan saya, masyarakat bisa melihat dan tahu bahwa batik bisa didesain mewah dan tidak kalah sama gaun modern lainnya,” kata berhasil gadis yang berhasil mendapatkan juara 1 lomba pesona batik nusantara dengan kategori aksi gaya. (jks/ida/ce1)