DARURAT: Tanggul Sungai Beringin yang jebol kemarin sudah diperbaiki sementara dengan tumpukan karung berisi pasir. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DARURAT: Tanggul Sungai Beringin yang jebol kemarin sudah diperbaiki sementara dengan tumpukan karung berisi pasir. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DARURAT: Tanggul Sungai Beringin yang jebol kemarin sudah diperbaiki sementara dengan tumpukan karung berisi pasir. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DARURAT: Tanggul Sungai Beringin yang jebol kemarin sudah diperbaiki sementara dengan tumpukan karung berisi pasir. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANGKANG WETAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Minggu (18/9) malam, menyebabkan Sungai Plumbon dan Sungai Beringin di kawasan Mangkang, Tugu, meluap. Tercatat, tiga tanggul jebol, bahkan jebolnya tanggul menerjang satu rumah warga RT 1 RW 05 Kelurahan Mangkang Wetan hingga rusak parah.

Menurut warga RT 1 RW 05, Musaeron, wilayahnya memang kerap terkena luapan Sungai Beringin. Meski beberapa warga sudah meninggikan tanggul dengan swadaya, tetap tidak mampu menampung luapan air. Sehingga warga selalu waswas jika hujan deras mengguyur di wilayah atas.

”Harapan warga, proyek normalisasi Sungai Beringin segera saja dilaksanakan, namun jika masih lama, setidaknya pemerintah bisa meninggikan tanggul yang ada. Karena setiap hujan, sungai selalu meluap hingga merendam rumah warga,” keluhnya.

Camat Tugu, HM Yenuarso, mengatakan, akibat luapan air Sungai Beringin, sebanyak 70 rumah di wilayah RW 5 terendam. Satu di antara rumah warga rusak parah. Sedangkan tanggul yang jebol terdapat di tiga titik, masing-masing sepanjang kurang lebih 20 meter.

”Sungai meluap sudah menjadi langganan jika daerah atas hujan deras, jarak dua sampai tiga jam air sampai ke wilayah kita, karena daerah sini termasuk muara. Satu rumah warga bagian dapur dan belakang sampai rusak terkena hantaman banjir akibat tanggul yang jebol,” paparnya

Yenuarso menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan muspika untuk membantu warga yang terkena musibah. Di antaranya bersama warga membangun tangul sementara dengan karung berisi pasir.

”Untuk warga yang terkena dampak sudah kami bantu, dan untuk tanggul yang jebol juga sudah kami bangun tanggul sementara, jaga-jaga jika hujan kembali turun,” katanya.

Untuk normalisasi Sungai Beringin, lanjut Yenuarso, saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Diperkirakan pada 2017 nanti, proyek normalisasi akan dilaksanakan dari lebar sungai 4 meter menjadi 40 meter. (dit/aro/ce1)