SOSOK PAHLAWAN: Idris dan tiga temannya saat beraksi sebagai patung batu di kawasan Simpang Lima. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSOK PAHLAWAN: Idris dan tiga temannya saat beraksi sebagai patung batu di kawasan Simpang Lima. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSOK PAHLAWAN: Idris dan tiga temannya saat beraksi sebagai patung batu di kawasan Simpang Lima. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSOK PAHLAWAN: Idris dan tiga temannya saat beraksi sebagai patung batu di kawasan Simpang Lima. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Berdiri tanpa bergerak dan tidak berbiacara layaknya patung. Itulah yang dilakukan anggota Komunitas Manusia Batu. Mereka memperagakan sosok pahlawan kemerdekaan Indonesia dalam bentuk patung. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

MENDESAIN kostum layaknya patung, lalu memakainya dan berdiri berjam-jam untuk menarik perhatian warga di tengah keramaian. Profesi ini sudah dijalani Idris dan kawan-kawannya sejak terbentuknya Komunitas Manusia Batu Kota Tua Jakarta pada 1 April 2013 silam. Kebetulan Idris adalah ketua komunitas ini. Ia datang ke Kota Semarang untuk memeriahkan Festival Kota Lama.

Dalam kesempatan ini, Idris menceritakan mengenai suka duka menjadi manusia batu. Untuk memerankan tokoh sejarah dalam bentuk patung, Idris dan kawan-kawannya harus menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu. Seperti pakaian yang akan dikenakan.

Kostum itu dibuat berbahan kain. Agar tampak seperti batu, Idris harus mengecat pakaian tersebut sebanyak 3 kali dengan cat yang berbeda.

”Ini dicat dulu, pakai tiga cat yang berbeda. Yakni, cat air, cat minyak, dan cat semprot,” jelas Idris saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kawasan Simpang Lima.

Setelah kostum sudah jadi, orang yang akan memerankan sosok pahlawan dalam bentuk patung harus dilatih terlebih dahulu. Butuh waktu kurang lebih satu minggu untuk melatih orang baru agar bisa memperagakan tokoh sejarah dalam bentuk patung. Terutama melatih konsentrasi dan kesabaran. Pasalnya, tak jarang banyak orang di sekeliling yang iseng ingin menggoda ketika mengetahui bahwa patung-patung ini sebenarnya adalah manusia.