Dibongkar, Praktik Tangki Elpiji ”Kencing”

9 Bulan Pertamina Rugi Rp 1,4 Miliar

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RUGIKAN PERTAMINA: Kelima tersangka dan barang bukti praktik tangki elpiji Pertamina ”kencing” saat gelar perkara di halaman Ditreskrimsus Polda Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUGIKAN PERTAMINA: Kelima tersangka dan barang bukti praktik tangki elpiji Pertamina ”kencing” saat gelar perkara di halaman Ditreskrimsus Polda Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Praktik kejahatan ”kencing” gas elpiji bersubsidi berhasil dibongkar aparat Polda Jateng. Lima pelaku yang ditangkap mengaku telah melakukan tindak kejahatan selama 9 bulan dengan omzet penjualan mencapai Rp 180 juta per bulan, dan keuntungan bersih Rp 80 juta per bulan. Total kerugian Pertamina hampir Rp 1,4 miliar.

Kelima tersangka yang ditangkap berinisial AS, 29; HP, 35; PD, 42; BM, 37, dan SB, 42, semuanya warga Cilacap. Mereka digerebek aparat Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng saat memindahkan sisa gas dari truk tangki elpiji milik PT Pertamina ke tangki penimbun di sebuah gudang di Jalan Raya Serayu, Dusun Muntab, Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap pada 14 September 2016 lalu. Masing-masing tersangka memiliki peran masing-masing, mulai pemberi modal, pekerja pengalihan kencingan gas elpiji, sampai bagian pemasaran. Tersangka PD merupakan sopir truk tangki Pertamina.

Direktur Reserse Kiminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Edhy Moestopa, menjelaskan, penindakan tersebut dilakukan setelah ada laporan dari pihak Pertamina terkait adanya praktik nakal tersebut. Modus yang dilakukan para tersangka dengan menyisakan gas elpiji dalam tangki Pertamina antara 200 kg-300 kg setelah mengirim ke SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji).

Selanjutnya, sisa gas elpiji bersubsidi dari truk tangki Pertamina berkapasitas 15.000 kg itu ”dikencingkan” di dua tangki timbun di dalam gudang di Dusun Muntab, Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Masing-masing tangki timbun tersebut berkapasitas 300 kg. Dari tangki timbun tersebut, selanjutnya gas dipindahkan ke tabung elpiji nonsubsidi ukuran 12 kg.

”Kami gerebek di sebuah gudang di Kesugihan Kidul. Di sana ada dua tangki timbun permanen. Dari truk tangki sisa gas elpiji bersubsidi dipindahkan dengan selang regulator kopling ke tangki timbun. Baru dari tangki timbun itu dipindah lagi ke tabung gas elpiji ukuran 12 kg menggunakan 4 selang regulator,” jelasnya didampingi Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysiuis Liliek Darmanto, dan General Manager PT Pertamina Jateng-DI Jogjakarta, Kusnendar di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Banyumanik, Semarang, Senin (19/9).

Setelah dipindahkan ke tabung elpiji ukuran 12 kg, gas tersebut dijual kembali ke pasaran. Harga jualnya di bawah harga normal, yakni sekitar Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu per tabung 12 kg. Praktik tersebut dilakukan para tersangka sejak Januari hingga September 2016. Omzet dari praktik nakal tersebut mencapai Rp 180 juta per bulan dengan keuntungan bersih sekitar Rp 80 juta. Daerah pemasaran meliputi Cilacap, Banyumas, Bandung dan Jakarta.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

Kemenag Menyatakan Karena Sakit

KENDAL—Sebanyak tiga orang jamaah haji asal Kendal dinyatakan meninggal dunia di tanah suci karena sakit. Ketiga jamaah haji yang meninggal dunia tersebut adalah...

Penyelundup Sabu Divonis Mati

SEMARANG - Setelah menjalani serangkaian proses persidangan, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Muhammad Riaz alias Mr Khan....

Cuma Boutique Hotel Yang Punya

Apa itu Boutique Hotel? Kalo kalian menjawab hotel yang menawarkan tempat menjual barang-barang antik dan mahal maka itu salah besar guys! Nyatanya boutique...

Lagi, Tower di Klinik Budi Husada Dibongkar Paksa

MLATIHARJO - Sebuah bangunan tower BTS (Base Transceiver Station) di Kampung Rejo Leksono Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur yang berdiri di atas bangunan Klinik...

More Articles Like This

- Advertisement -