Ahmad Fauzi (ISTIMEWA)
Ahmad Fauzi (ISTIMEWA)
Ahmad Fauzi (ISTIMEWA)
Ahmad Fauzi (ISTIMEWA)
SEMARANG – Penulis buku kontroversial Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal, Ahmad Fauzi, kembali menjadi perbincangan hangat. Ini setelah pemikir muda jebolan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Amino Gondohutomo Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang. Fauzi dirawat di ruang Unit Perawatan Intensif Pasien (UPIP) untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh tim dokter sejak Rabu (7/9) pekan lalu. Namun demikian, pihak RSJ tidak mengizinkan wartawan untuk melihat kondisi Fauzi, termasuk memberikan keterangan resmi.

Fauzi tersandung hukum sejak dilaporkan oleh Forum Umat Islam Semarang (FUIS) ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng pada 9 Oktober 2015 atas dugaan penistaan agama, karena telah melecehkan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Adam AS. 

Saat ini, status Fauzi yang diduga mengidap skizofrenia (gangguan kejiwaan berat) ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kendati demikian, diperlukan perawatan khusus kurang lebih 7 hari untuk memastikan apakah kondisi psikis Fauzi bisa dipertanggungjawabkan di mata hukum. 

”Kondisi Mas Fauzi terlihat capek, letih dan sulit tidur. Selama ini, dia memang mengalami ketergantungan obat penenang,” kata salah satu tim Advokasi Pendamping Ahmad Fauzi, Yunantyo Adi, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (13/9). 

Dijelaskan Yunantyo, perawatan Fauzi di RSJ tersebut dilakukan setelah berkas penyidikan di Ditreskrimsus Polda Jateng dilimpahkan ke kejaksaan. Namun berkas tersebut dikembalikan ke penyidik polisi, karena diperlukan adanya berkas tambahan.

”Berkas tambahan itu untuk mengetahui apakah skizofrenia Fauzi bisa dipertanggungjawabkan atau tidak. Selama 7 hari, Fauzi diisolasi di ruang khusus dan tidak boleh menggunakan obat penenang yang selama ini dikonsumsi. Perilakunya direkam untuk kemudian dianalisa secara psikiatrik,” terang Yunantyo.