Korban Pelecehan Seksual Kembali Sekolah

220

BLORA – Pelecehan seksual yang dialami oleh siswi Kelas 6 SDN di Desa Purwosari Kecamatan Blora Kota Jumat,(9/9) kemarin membuat berbagai kalangan tersontak tak habis pikir.

Mulai dari Dinas pendidikan, Kesehatan, Perlindungan Anak dari Dinas BPMPKB Blora dan pemerintah kabupaten sendiri. Mereka mnegutuk atas adanya perbuatan yang tak manusiawi tersebut.

Wakil Bupati Arief Rohman dalam postingannya di salah satu group medsos Opini Blora mengatakan sedih, prihatin dan mengutuk keras pelaku kejahatan terhadap anak. Selanjutnya dia juga meminta kapolres Blora untuk para pelaku dihukum maksimal.

“Yang terhormat Kapolres, pagi-pagi dapat kiriman berita ini (Jawa Pos Radar Kudus) rasanya miris, sedih, prihatin dan mengutuk keras pelaku kejahatan terhadap anak. Tolong pak kapolres agar pelaku dihukum maksimal,”jelasnya.

Arief juga mengaku sudah meminta camat, SKPD terkait untuk membantu dan memberi perhatian kepada korban.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora, Achmad Wardoyo mengungkapkan, pihaknya sudah memerintahkan untuk terus bisa sekolah dan dipantau terus menerus.

Wardoyo menambahkan, setelah pihaknya datang langsung ke kediaman korban baru mengetahui kalau selama ini keluarga korban mengalami Broken Home dan si anak juga sering pergi hingga larut malam.

Dia mengaku bahagia, karena pasca kejadian tersebut korban tidak mengalami stress dan tertekan. Selain itu, sejak Jumat dan Selasa korban juga sudah berangkat sekolah. Menurutnya dengan adanya kejadian tersebut karena banyak factor, mulai dari ekonomi, Broken Home, pergaulan dan lingkungan.

Begitu juga saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus datang ke kediaman Korban. Disana korban nampak biasa-biasan saja. Bahkan saat sekolahnya istirahat pertama korban pulang kerumah dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Tak ada rasa trauma dan stress di wajah perempuan yang baru berusia 11 tahun tersebut. Saat bercengkrama dengan keluarganya juga biasa-biasa saja sambil tersenyum lebar. Selayaknya anak lainnya korban juga bermain dengan penuh keriangan. Selanjutnya dia ganti baju dan bercengkrama panjang lebar dengan jawa pos radar kudus, petugas puskesmas yang didampingi ibu, kakek dan nenek korban.

Sekitar pukul 11.20 petugas Dinas Kesehatan Kabupaten(DKK) Blora datang ke TKP dan langsung mendekati korban bertanya kondisi korban tersebut. Petugas juga bertanya apa yang dirasakan korban. Selain itu petugas juga mengajak korban menuju suatu tempat di luar rumah untuk di periksa kembali.(sub/jpg)