Delapan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) merancang mobil dengan motor penggerak Brushless DC. Selain ramah lingkungan, mobil ini digadang-gadang menjadi mobil alternatif yang hemat energi. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

MOBIL inovasi mahasiswa Polines ini menjadi terobosan terbaru moda transportasi tanpa emisi yang ramah lingkungan. Sebab, mobil ini menggunakan energi listrik. Selain itu, mobil ini juga mampu mendorong penghematan penggunaan bahan bakar oli jika dapat dioperasikan sebagai moda transportasi alternatif.

Wisnu Oryza Sativa, ketua kelompok pengendali mobil yang dinamai Gang Car ini menjelaskan, mobil tersebut dikembangkan dengan motor Brushless yang dilengkapi dengan sistem transmisi cekpoint. Dengan adanya cekpoint ini, kata dia, mobil dapat melaju dengan tiga mode kecepatan yakni 30 persen, 50 persen dan 60 persen sesuai yang dipilih.

”Ini menggunakan motor listrik tanpa sekat arang, sehingga nggak ada selip. Selain itu, keunggulan mobil ini adalah tidak berisik karena merupakan mobil listrik dan tidak menimbulkan polusi,” papar Wisnu kepada Jawa Pos Radar Semarang bersama 7 rekannya.

Dikatakan Wisnu, mobil yang diselesaikan dalam waktu kurang lebih 3 bulan ini mampu beroperasi dalam waktu 81 menit. Dengan mode kecepatan 50 persen, mobil mampu melaju dengan kecepatan 45 km/jam dengan jarak tempuh 35 km.

Mobil ini, imbuhnya, merupakan pengembangan dari mobil yang telah dirancang sebelumnya dengan memberikan beberapa sentuhan perbaikan.

”Mobil ini juga irit baterai, karena penggunaannya juga kita fokuskan pada jalan yang tidak membutuhkan kecepatan tinggi. Di gang-gang kampung kan ini,” ujarnya.

Ia menceritakan, pembuatan mobil ini semuanya dimulai dari nol. Mulai dari merancang rangka besi, body hingga hampir semua bagian mobil dikerjakan oleh anggota kelompok ini. Mobil dengan berat sekitar 125 kg ini mampu menampung penumpang kurang lebih 5 orang, meskipun prototype ini dirancang dengan dua seat/ kursi.

”Kelemahannya, untuk memakai mobil ini dari power suplay perlu di-charge sekitar 10 jam. Memang lumayan lama. Dan kami berharap nantinya ada yang mengembangkan sistem power bank yang dapat mengatasi kekurangan dari mobil ini,” harapnya.

Ia dan teman-temannya berharap, mobil yang mereka kembangkan ini mampu menjadi alat transportasi alternatif yang dapat turut mengatasi permasalahan energi dan polusi udara. (*/aro)

SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
HEMAT ENERGI: Mobil Gang Car hasil rancangan mahasiswa Polines.