Mengenal Gerobak Batja, Perpustakaan Gratis di Ruang Publik

630

Berawal dari grup kecil di WhatsApp (WA), Kelompok Diskusi Mlandingan mencoba berpartisipasi meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Dengan menggandeng alumni SMA angkatannya, mereka membuat Gerobak Batja yang ditempatkan di ruang publik. Seperti apa?.

SIGIT ANDRIANTO

DATA statistik mengenai minat baca di Indonesia yang masih rendah menggerakkan Kelompok Diskusi Mlandingan mencoba memberikan sumbangsihnya agar minat baca masyarakat Indonesia dapat meningkat. Dengan menggandeng Alste99 (alumni SMAN 3 Semarang angkatan 99), kelompok diskusi ini membuat sebuah Gerobak Batja yang ditempatkan di tempat publik. Untuk kali pertama, mereka tempatkan di Taman Tirto Agung Banyumanik, Semarang.

Gerobak Batja sendiri merupakan sebuah gerobak yang berisi buku, layaknya perpustakaan yang ditempatkan di ruang publik. Perpustakaan gerobak ini bisa diakses oleh siapapun secara gratis. Untuk menggaet minat masyarakat, Mlandingan dan Alste99 mendesain gerobak sedemikian rupa, sehingga gerobak yang berisi buku-buku ini tampak lebih menarik.

”Dipilih gerobak supaya bisa memancing pembaca. Sasaran kami adalah anak-anak usia TK, SD, dan remaja awal. Tujuannya, agar anak-anak Indonesia, dimulai dari Semarang, bisa membiasakan diri untuk gemar membaca sedari kecil,” ujar Koordinator Relawan Gerobak Batja, Panji Suryo Nugroho.

Gerobak Batja stand by setiap Minggu di Taman Tirto Agung Banyumanik. Dipilihnya hari minggu, jelas Panji, karena hari itu adalah hari di mana anak-anak libur sekolah dan biasanya menuju ke tempat publik untuk mengisi liburannya.