Nyaris di setiap permukiman tumbuh pohon kersen. Selama ini, pohon bernama latin Muntingia Calabura L ini kerap disepelekan. Tapi di tangan Kami Hartati, daun kersen mampu diolah menjadi sirup yang dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol dan gula dalam darah. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

GURU Kimia SMA Negeri 1 Boja Kendal ini mengembangkan sirup daun kersen (Daker) bersama tiga siswanya, Tyagita Haning Ratnasari, Noval Dani Saputra, dan Sektiana Uyun Azizah.

Hartati menjelaskan, ide melahirkan sirup Daker bermula dari hal sederhana. Dia berpikir pohon kersen banyak dijumpai di sekolah maupun di tempat lain di Kabupaten Kendal. Pohon itu seolah tidak ada manfaat. Justru mengotori karena daun kering dan rontokan bunganya beterbangan ditiup angin.
Dia pun mencari tahu tentang kandungan daun kersen lewat internet dan media lain. ”Ternyata memiliki khasiat yang luar biasa. Selain untuk kesehatan, daunnya juga bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan memikirkan daun kersen ini dapat dinikmati bukan hanya sebagai obat atau bentuk daun belaka. Bersama tiga siswanya, dia coba mengemas daun kersen agar menjadi sebuah makanan yang dapat dinikmati masyarakat atau penderita diabetes dengan rasa yang enak. Sebab, selama ini, masyarakat  sudah terbiasa menikmati obat dengan rasa pahit. ”Jadilah sirup,” ungkapnya.

Lalu dibuatlah percobaan selama lebih kurang 1,5 bulan mulai April 2015 silam. Uji coba diterapkan dengan menggunakan kelinci sebagai objek percobaan. Hewan kelinci dipilih karena memiliki sistem kerja tubuh seperti manusia. Selain telah diuji pada kelinci, sirup itu kini juga sudah mulai dikonsumsi para siswa, guru dan keluarga.

”Malah banyak yang pesan, karena sirup Daker alami tanpa bahan pengawet, sehingga bagus untuk menjaga kesehatan,” bebernya.

Dijelaskan Hartati, sirup Daker dibuat dari 2,5 kg daun kersen yang direbus, dipadu dengan 35 kg gula aren. Racikan itu dicampur beberapa bumbu tambahan seperti daun pandan, kayu manis, cengkih dan kapulaga. ”Dari komposisi ini, jadi 75 botol sirup Daker.”

Kini, dalam sebulan, Hartati bisa menghasilkan 300-600 botol sirup Daker. Dia sengaja memperbanyak produksi karena permintaan tinggi dari masyarakat belum bisa terlayani dengan maksimal karena keterbatasan alat. Apalagi setelah menjadi juara utama dan juara harapan Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) yang digelar Balitbang Jateng, peminatnya makin banyak. Bahkan salah satu vendor seperti Martha Tilaar juga tertarik mengembangkan sirup Daker.

Hartati mengaku selama ini ia masih kesulitan dengan pengembangan karena mahalnya alat atau mesin. ”Saya berharap pemerintah bisa membantu pengadaan alat atau mesin pembuat sirup ini serta memfasilitasi dalam perizinan dan pengurusan hak paten,” harapnya. (*/aro/ce1)

AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG
KREATIF: Kami Hartati dan sirup daun kersen buatannya.