Mobil Petakziah Terjun ke Jurang, 13 Tewas

Diduga Akibat Rem Blong

529
MOBIL MAUT: Mobil pikap L 300 bernopol G 1987 FC yang mengalami kecelakaan. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOBIL MAUT: Mobil pikap L 300 bernopol G 1987 FC yang mengalami kecelakaan. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOBIL MAUT: Mobil pikap L 300 bernopol G 1987 FC yang mengalami kecelakaan. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOBIL MAUT: Mobil pikap L 300 bernopol G 1987 FC yang mengalami kecelakaan. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG – Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah hukum Batang, Senin (5/9) petang kemarin. Sebuah mobil pikap Mitsubishi L 300 bernopol G 1987 FC yang membawa rombongan pelayat/ petakziah terjun ke jurang di Jalan Dukuh Kebaron, Desa Purbo, Kecamatan Bawang, Batang. Akibatnya, sedikitnya 13 penumpang tewas dan sisanya mengalami luka-luka. Para korban tewas dan luka dibawa ke Puskesmas Bawang, RS Limpung dan RSUD Kalisari Batang. Diduga kecelakaan akibat rem mobil mengalami blong.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang tadi malam menyebutkan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 17.45. Bermula saat mobil bak terbuka yang membawa sedikitnya 40 penumpang anak dan dewasa warga Dukuh Bentul, Desa Sibebek, Kecamatan Bawang melaju di Jalan Raya Bawang-Tersono. Mereka berangkat pukul 17.30, hendak melayat ke Dukuh Sawit, Desa Amongrogo Kecamatan Limpung.

Sampai di jalan menurun Dukuh Kebaron setelah jembatan, tiba-tiba mobil melaju kencang. Saat itu, persneling mobil masuk pada gigi 4. Sopir L 300, Sama’an, 53, yang juga pemilik mobil, warga Dukuh Bentul RT 04 RW 01 Desa Sibebek, Kecamatan Bawang mencoba menginjak pedal rem. Namun rem tak berfungsi normal alias rem blong. Sama’an pun panik. Mobil sarat muatan itu hilang kendali. Sopir Sama’an sempat membuang arah kemudi ke kiri hingga menabrak tanggul. Jeritan penumpang pun terdengar menyayat hati.

Menurut saksi Subur, 45, pegawai Perhutani yang kebetulan melaju di belakang mobil tersebut, ia sempat melihat mobil terlempar ke kanan jalan setelah menabrak tanggul.
”Setelah itu, mobil masuk ke jurang di kanan jalan yang banyak ditanami pohon sengon. Akibatnya, sejumlah penumpang di bak mobil terpental, bahkan ada yang tertindih bodi mobil,” kata warga Bawang, Batang ini.

Melihat kejadian itu, Subur bergegas memberi tahu warga sekitar dan melaporkan ke Polsek Bawang. Dalam sekejap, puluhan warga berdatangan dan langsung memberikan pertolongan. Namun karena kondisi TKP susah dijangkau, menyebabkan warga kesulitan mengevakuasi para korban.