SEMARANG – Tujuh oknum anggota Polrestabes Semarang yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli) berkedok razia kendaraan di jalan raya beberapa waktu lalu ternyata ”hanya” dikenai sanksi mutasi. Mereka ditempatkan di sejumlah polsek dan menjadi staf di Polrestabes Semarang.

Ketujuh oknum polisi tersebut masing-masing Iptu Y, Aiptu S, Bripka AH, Bripka E dan Bripka N. Mereka adalah anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang. Sedangkan dua oknum lainnya yakni, Bripka S dan Bripka A dari Unit Provos Polrestabes Semarang.

Kasi Propam Polrestabes Semarang, Kompol I Ketut Raman, mengatakan, ketujuh oknum polisi tersebut telah disebar di sejumlah polsek di Kota Semarang. Namun demikian, pihaknya enggan membeberkan nama-nama oknum dan tempat dinasnya yang baru.

”Sudah dimutasi, menyebar. Tidak ke polsek semua. Ada yang di polsek, ada yang di staf polrestabes. Saya tidak hafal,” ungkapnya saat dikonfirmasi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (4/9) kemarin.

I Ketut mengakui, Telegram Rahasia (TR) mutasi terhadap tujuh oknum terkait tindak pelanggaran disiplin sudah keluar minggu kemarin. Namun ketujuh oknum tersebut belum bisa dibuktikan bersalah dengan alasan belum disidangkan. ”TR-nya kemarin, hari apa saya lupa,” katanya.

”Kalau prosedur nantinya kan disidangkan terlebih dahulu. Tetap ada praduga tak bersalah. Sebelum disidang itu kita tidak bisa mengatakan dia bersalah. Dia kan bisa menyangkal atau bagaimana, di situ nantinya dibuktikan di persidangan, ada saksi-saksi,” tambahnya.