Ardhya Garini Pradhipta (DOKUMEN PRIBADI)
Ardhya Garini Pradhipta (DOKUMEN PRIBADI)
Ardhya Garini Pradhipta (DOKUMEN PRIBADI)
Ardhya Garini Pradhipta (DOKUMEN PRIBADI)

MENJADI seorang ibu tentu sudah kodrat setiap wanita. Biasanya pasca menjalankan seorang ibu, kepribadian, kematangan pola pikir dan perilaku pun akan ikut berubah. Hal ini seperti yang dialami oleh Ardhya Garini Pradhipta. Ia merasa lebih matang setelah menjalankan peran sebagai seorang ibu.

”Kalau dulu apa-apa buat sendiri, sekarang tentu anak menjadi prioritas,” kata wanita yang akrab disapa Dhya ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Public Relation Executive Hotel Santika Premiere Semarang ini mengaku sangat menikmati perannya menjadi seorang ibu.

Ibunda Gibran Rashya Pradikto (8 bulan) ini memiliki pengalaman baru dan membuatnya terus belajar memberikan yang terbaik untuk Gibran. ”Jelas ada bedanya, dulu tentu sangat boros, sekarang harus bisa mengatur keuangan secara bijak. Kesenangan pribadi pun harus direm dan anak menjadi prioritas utama,” ungkap wanita kelahiran Kendal, 15 Juli 1991 ini.

Saat ini, Dhya lebih berpikir dewasa dan mendetail dalam memecahkan suatu masalah ataupun mempertimbangkan segala sesuatunya. Bahkan ia memilih menghabiskan waktu bersama Gibran ketika libur ataupun pulang kerja dibandingkan traveling.

”Saya kalau sudah ketemu Gibran malas untuk ke luar rumah, soalnya selalu ada perkembangan baru dari Gibran yang tentu saja membuat saya senang dan betah berlama-lama,” katanya.

Wanita yang berkarir di dunia perhotelan sejak lima tahun lalu ini tentu memiliki banyak asam garam. Sebelum menduduki posisi sebagai public relation, Dhya sempat menjadi guest relation officers.

Menurut dia, dari setiap posisi atau pekerjaan yang dilakoni memerlukan proses belajar agar kemampuannya terus terasah, mulai dari browsing internet hingga training. ”Namun sebagai PR lebih memperkuat promosi dan cerminan perusahaan. Pindah posisi selalu ada tantangan terbaru yang menarik,” terangnya. (den/aro/ce1)