Pelaku Cabul Ditangkap Berkat Tes DNA

490
DIBEKUK: Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kanan) meminta keterangan tersangka pencabulan Danang, warga Desa/Kecamatan Geyer, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
DIBEKUK: Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kanan) meminta keterangan tersangka pencabulan Danang, warga Desa/Kecamatan Geyer, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
DIBEKUK: Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kanan) meminta keterangan tersangka pencabulan Danang, warga Desa/Kecamatan Geyer, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
DIBEKUK: Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kanan) meminta keterangan tersangka pencabulan Danang, warga Desa/Kecamatan Geyer, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Apa yang dialami gadis berinisial SM, 15, merupakan hal terpahit dalam hidupnya. Gadis di bawah umur ini menjadi korban pencabulan. Bahkan, saat ini sudah melahirkan bayi berusia enam bulan. Kejadiannya sendiri pada Maret 2015 silam.

Sayangnya, tersangka baru tertangkap sekarang. Namanya Danang, 25, warga Desa/Kecamatan Geyer. Tersangka ditangkap berkat kerja keras petugas. Selama pemeriksaan di awal, Danang tidak mengakui sama sekali telah mencabuli korban. Sejumlah bukti yang ada juga sulit untuk menjerat tersangka.

Akhirnya, petugas membuat jalan lain. Menunggu hingga bayinya lahir. Setelah berusia enam bulan, tersangka baru bisa ditahan. Itu berkat tes DNA yang dilakukan terhadap bayi milik korban. ”Hasilnya 99,9 persen adalah hasil hubungan biologis dari tersangka DA (Danang),” kata Kapolres Grobogan Agusman Gurning kemarin.

Dari hasil itu, tersangka pun langsung digelandang ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat UU Perlindungan Anak, yakni Pasal 81 Ayat 1 Subsider Pasal 82 Ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Peristiwanya sendiri terjadi pada Maret 2015 silam. Perbuatan bejat tersebut dilakukan, saat korban dalam perjalanan pulang dari acara pesta pernikahan sepupunya. Selanjutnya, tersangka memaksa korban untuk melakukan hubungan intim seperti suami-istri di tepi jembatan sungai Geyer.

Saat akan disetubuhi, korban sempat berteriak dan berlari. Namun korban berhasil ditangkap dan dibekap mulutnya oleh tersangka. Korban pun hamil. Pihak keluarga tidak menerima dan melaporkan tersangka ke Polres Grobogan. ”Tes DNA ini baru bisa dilakukan ketika bayi berusia empat bulan. Dari hasil tes itu, tersangka baru mengakui bahwa dialah pelakunya,” ujarnya yang menyebutkan alat bukti dua lembar surat pemeriksaan DNA dari lembaga EIJMAN labolatorium DNA Forensik Jakarta pada 13 April 2016.

Dalam kasus ini, petugas tidak menjeratnya dengan Perpu Kebiri. Karena perpu tersebut baru berlaku pada 2016. Meski kasus ini baru berhasil diungkap pada 2016, namun kasusnya terjadi pada 2015.

Tersangka Danang mengaku melakukan aksi pencabulan karena saling suka. Sebelumnya, tersangka dan korban melakukan kontak SMS (short message service) untuk menjemput di acara pesta pernikahan sepupunya. Namun di tengah perjalanan, tersangka mencabulinya. Hingga akhirnya hamil dan melahirkan bayi yang sudah berusia enam bulan. ”Suka sama suka, Mas. Dan baru melakukan sekali itu saja,” aku tersangka yang kemudian justru menikah dengan perempuan lain. (mun/lil)