Pejabat DPU Kab Semarang Dijebloskan ke Lapas Kedungpane

487

MANYARAN – Setelah merasakan kebebasan dari tahap penyidikan hingga vonis, Kabid Pembangunan dan Tata Ruang, Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Ade Fajar Wiradi Djati ST akhirnya dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Kedungpane, Semarang, Selasa (30/8) kemarin. Pejabat DPU itu menjadi terpidana kasus korupsi pembangunan pacuan kuda tahap II di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang 2012. Terpidana 1 tahun 2 bulan penjara ini datang secara kooperatif ke Lapas Kedungpane didampingi keluarga dan kuasa hukumnya.

”Eksekusi terhadap Ade Fajar sudah kami lakukan. Secara kooperatif dia (Ade, Red) datang ke Lapas Semarang bersama keluarga dan pengacaranya,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Ambarawa, Haerdin, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Haerdin menjelaskan, Ade Fajar dieksekusi sesuai putusan Pengadilan Tipikor Semarang yang telah berkekuatan hukum tetap. Ia juga mengaku kalau Ade Fajar memang terlebih dahulu diberikan surat panggilan eksekusi.

”Awalnya kami janjian di lapas pukul 10.00. Tapi baru ketemu sebelum pukul 12.00, akhirnya langsung kami tahan,” ujarnya.
Dia mengaku, untuk pidana denda, Ade Fajar memang belum membayarnya. Akan tetapi, pihak keluarga sudah menjanjikan awal bulan depan akan dibayar.

”Untuk terpidana lain dalam perkara tersebut, yakni Ir Thomas Hartono MM (Komisaris PT Duta Mas) dan Ir Tri Budi Purwanto MT (Komisaris PT Harmoni International Technology) dendanya sudah dibayar,” ungkapnya.

Humas Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Fajar Sodiq, mengakui jika Ade Fajar telah dijebloskan ke Lapas Kedungpane. Ia mengatakan, karena tahanan baru, Ade Fajar terlebih dahulu akan menjalani mapenaling atau masa pengenalan lingkungan.

”Benar. Ada eksekusi penahanan atas nama Ade Fajar hari ini (kemarin). Dia saat ini masih di ruang mapenaling sampai 2 minggu ke depan,” kata Fajar kepada koran ini.

Seperti pernah diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, majelis hakim yang dipimpin Sunarso, dan dua hakim anggota, Andi Astara dan Sastra Rasa, menyatakan ketiga terdakwa bersalah melakukan korupsi bersama-sama dan melanggar pasal 3 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sesuai dakwaan subsider. Ade Fajar dipidana 14 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sedangkan Tri Budi divonis 1 tahun dan 5 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan, serta terdakwa Thomas dipidana 1 tahun 2 bulan penjara, dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. (jks/aro/ce1)