Hapsari Senjaya, Pemilik Butik yang Populerkan Batik Gendongan

Sulap Gendongan Bayi Jadi Busana Stylish dan Nyaman

375
COLORFUL: Sejumlah koleksi busana batik Candrakanti saat pameran di salah satu hotel di Semarang, beberapa waktu lalu. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
COLORFUL: Sejumlah koleksi busana batik Candrakanti saat pameran di salah satu hotel di Semarang, beberapa waktu lalu. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
COLORFUL: Sejumlah koleksi busana batik Candrakanti saat pameran di salah satu hotel di Semarang, beberapa waktu lalu. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
COLORFUL: Sejumlah koleksi busana batik Candrakanti saat pameran di salah satu hotel di Semarang, beberapa waktu lalu. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

Keunikan jenis serta motif-motif batik selalu menjadi daya tarik tersendiri sebagai ide pengolahan busana. Termasuk halnya batik gendongan. Ini yang tengah dipopulerkan Hapsari Senjaya di Butik Candrakanti yang dikelolanya. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

DERETAN busana bermaterial batik tertata cantik di salah satu stan Wedding Expo di Semarang, baru-baru ini. Paduan potongan-potongan simpel dengan motif-motif unik serta pilihan warna yang colorful banyak menarik perhatian pengunjung.

”Lho ini kan yang biasa dipakai selendang untuk nggendong bayi. Yo apik ya kalau dibuat baju,” ujar Linda, salah seorang pengunjung stan.

Ya, Hapsari Senjaya pemilik butik Candrakanti ini memang banyak bermain pada kain batik gendongan. Selain memiliki ragam motif, mulai dari bunga hingga naga, kain batik jenis ini terbilang belum banyak dimanfaatkan sebagai material busana.

”Sesuai dengan namanya, kain batik ini biasanya banyak difungsingkan untuk menggendong bayi. Tapi bila diperhatikan motifnya cantik-cantik. Karena itu, kami jadikan juga sebagai bahan untuk busana, hasilnya cukup banyak yang suka,” kata perempuan 34 tahun ini.